

Seekor sapi milik warga yang dilepas dan mendapatkan protes dari warga lain, Jumat (22/8). (foto:Mboik Cepos)
Kedepan, Bantuan untuk Peternak, Wajib Punya Kandang
SARMI-Upaya penertiban hewan ternak yang dilepas liarkan pemiliknya di Kabupaten Sarmi masih menghadapi sejumlah kendala. Kasat Pol PP Sarmi, Obet Pongrate, mengakui pihaknya kewalahan karena rendahnya kesadaran masyarakat serta keterbatasan sarana pendukung.
“Kesadaran masyarakat masih rendah. Kadang kami tegakan perda tapi jangan sampai salah paham di lapangan. Sebenarnya kami sudah lakukan penertiban, tapi karena ternak dilepas lagi, akhirnya masalah yang sama terulang,” ungkap Obet, Jumat (22/8).
Menurutnya, Satpol PP tidak bisa bekerja sendiri dalam menertibkan hewan ternak yang kerap berkeliaran, khususnya pada sore hingga malam hari. Selain membahayakan pengguna jalan, hewan ternak yang dibiarkan bebas juga mengganggu ketertiban umum.
“Kemudian ada sapi yang kita temukan tidak ada tanda pengenal. Jadi sulit mengetahui siapa pemiliknya. Kadang sudah ditangkap, tapi dilepas kembali. Kami juga serba salah karena kalau bertindak tegas, pemiliknya justru marah-marah,” jelasnya.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…