Obet menambahkan, sampai saat ini Pemkab Sarmi belum memiliki tempat khusus untuk penampungan hewan yang ditangkap. Kondisi ini membuat penanganan di lapangan tidak maksimal. “Kalau kita mau lakukan dengan benar-benar, butuh anggaran besar. Itu sudah saya laporkan juga ke dewan. Karena operasional di lapangan memang tidak sedikit,” katanya.
Meski begitu, pihaknya tetap melakukan evaluasi untuk menemukan pola terbaik dalam menertibkan ternak. Ia menilai perlu adanya sinergitas antara Satpol PP, masyarakat, dan instansi terkait agar aturan bisa berjalan lebih efektif.
“Kedepan kalau ada bantuan untuk peternak, harus diwajibkan punya kandang. Jangan lagi dibiarkan ternaknya lepas sembarangan. Itu demi kenyamanan bersama,” tegasnya.(roy/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian…
Cuaca ekstrem di dataran Kabupaten Mimika, Papua Tengah memicu tanah longsor yang memutus akses vital…
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan situasi keamanan…
Kertua Komisi II DPR Provinsi Papua Selatan Yulians Charles Gomar memberikan tanggapan terkait dengan persoalan…
Nah, di grup barat saat ini Garudayaksa memimpin klasemen dengan 49 poin, sementara Adhyaksa menguntit…
Larangan membawa HP ke sekolah tersebut, lanjut dia, karena anak-anak tidak akan fokus belajar terlebih…