

Ruas Jalan Poros Koya Barat yang rusak dan hingga kini belum diperbaiki.(foto: Dok/Cepos)
JAYAPURA-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Jayapura, Nofdy J. Rampi mengatakan salah satu yang menjadi fokus perhatian pemerintah kota Jayapura adalah pekerjaan Jalan Poros Koya Barat dan Koya Timur. Namun pekerjaan ruas jalan itu sedikit melambat karena ada persoalan dengan pemilik ulayat pada saat proses awal pelaksanaan kegiatan pekerjaan itu.
“Sempat ada kendala di Jalan Poros Koya Barat dan Koya Timur ini, terkait dengan pemilik hak ulayat dan itu ada dua bulan tidak bisa kerja, karena ada waktu kompromi sehingga tidak tidak bisa mulai, tapi setelah ada kesepakatan baru mereka bekerja, sehingga progresnya itu melambat,” katanya.
Dia mengatakan saat ini progres pekerjaan ruas jalan poros Koya Barat dan Koya Timur baru mencapai 13 persen. Kemudian pekerjaan jalan di Koya Timur yang menyangga wilayah perikanan, di Jalan Rambutan 72 % dan jalan lingkar sudah 50%, selanjutnya pekerjaan ruas Jalan Koya Koso sudah 12 persen.
Dia menjelaskan panjang jalan yang dikerjakan di Koya Barat itu sepanjang 3,2 km, kemudian Jalan Rambutan 1,4 Km, Jalan Lingkar Koya Timur 1,4 KM dan di Koya Koso 4 km. Semua pekerjaan jalan tersebut menggunakan konstruksi pengerasan kaku atau dicor.
“Pekerjaan jalan ini menggunakan APBD 2024 karena itu kita harapkan progress penyelesaian pelajaran itu harus selesai hingga Desember nanti,” ujarnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…
Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…
Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…
Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan, secara…