Dalam laporannya, Komisi D menegaskan bahwa Rumah Sakit Ramela harus menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Kota Jayapura. Dengan usia rumah sakit yang baru sekitar lima tahun, Komisi D menilai sudah saatnya RS Ramela diperkuat melalui penganggaran yang lebih memadai. Komisi D juga melihat ada sejumlah sarana dan prasarana yagn harus dibenahi.
RS Ramela dinilai harus memiliki dapur gizi sendiri. Selama ini kebutuhan makan-minum pasien dikelola oleh pihak ketiga tanpa pengawasan optimal.“Dengan dapur gizi sendiri, pelayanan gizi dapat dilakukan oleh tenaga ahli gizi RS, sehingga kualitas dan keamanan makanan pasien lebih terjamin,” ujarnya.
Komisi D juga menilai perlunya pembangunan gedung gudang obat baru. Saat ini gudang obat menggunakan ruang VIP yang dialihfungsikan sehingga mengurangi kapasitas ruang rawat inap. Gedung khusus dinilai dibutuhkan agar fungsi pelayanan rawat inap dapat kembali maksimal.
“Dengan berbagai catatan tersebut, Komisi D menilai bahwa komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat Jayapura harus menjadi prioritas utama dalam penyusunan APBD 2026,” tutupnya.(kim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…
Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…
Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan…
Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…
Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…