Dalam laporannya, Komisi D menegaskan bahwa Rumah Sakit Ramela harus menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Kota Jayapura. Dengan usia rumah sakit yang baru sekitar lima tahun, Komisi D menilai sudah saatnya RS Ramela diperkuat melalui penganggaran yang lebih memadai. Komisi D juga melihat ada sejumlah sarana dan prasarana yagn harus dibenahi.
RS Ramela dinilai harus memiliki dapur gizi sendiri. Selama ini kebutuhan makan-minum pasien dikelola oleh pihak ketiga tanpa pengawasan optimal.“Dengan dapur gizi sendiri, pelayanan gizi dapat dilakukan oleh tenaga ahli gizi RS, sehingga kualitas dan keamanan makanan pasien lebih terjamin,” ujarnya.
Komisi D juga menilai perlunya pembangunan gedung gudang obat baru. Saat ini gudang obat menggunakan ruang VIP yang dialihfungsikan sehingga mengurangi kapasitas ruang rawat inap. Gedung khusus dinilai dibutuhkan agar fungsi pelayanan rawat inap dapat kembali maksimal.
“Dengan berbagai catatan tersebut, Komisi D menilai bahwa komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat Jayapura harus menjadi prioritas utama dalam penyusunan APBD 2026,” tutupnya.(kim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L. Christian Sohilait mengatakan, realisasi anggaran sebesar 36 persen tersebut…
Angka tersebut jauh lebih sedikit dibangdingkan musim lalu yang mencapai 35 pemain dalam satu musim.…
Selain sebagai pusat pemerintahan, posisi strategis Jayapura membuat berbagai aksi yang digelar di kota ini…
Berangkat dari keprihatinan melihat anak-anak muda yang tumbuh di tengah lingkungan yang lekat dengan minuman…
Dalam aksinya, kelompok ini mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas insiden…
Puluhan siswa PAUD, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura diduga…