Categories: METROPOLIS

Kantor Maxim Didemo Pengemudi Ojol

Driver Maxim Tuntut Perlindungan dan Keadilan dari Perusahaan

JAYAPURA-Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Dewan Presidium Gabungan Roda Dua (GARDA) Indonesia Wilayah Jayapura menggelar aksi demonstrasi di Kantor Maxim Jayapura, yang terletak di BTN Kamkey, Kelurahan Awiyo Distrik Abepura, Kota Jayapura, Rabu (22/10).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas lemahnya tanggapan perusahaan terhadap berbagai persoalan keselamatan dan kesejahteraan para pengemudi. Seratusan pengemudi tiba di kantor Maxim sekitar pukul 11.00 WIT dengan menggunakan atribut organisasi dan sepeda motor masing-masing. Mereka melakukan orasi secara bergantian di depan kantor sambil membentangkan spanduk tuntutan.

Penanggung jawab aksi, Dimas Aryesta, menegaskan bahwa para pengemudi menuntut perusahaan untuk segera menetapkan wilayah-wilayah rawan kejahatan dan melarang order masuk ke zona tersebut.

“Kami minta daerah-daerah yang rawan segera didata. Driver wajib menolak melayani order ke daerah berbahaya. Sudah banyak rekan kami menjadi korban, bahkan ada yang meninggal. Tapi pihak Maxim seperti tutup mata, tidak pernah datang atau memberikan perhatian,” tegas Dimas.

Ia menyoroti peristiwa yang menimpa salah satu driver Maxim di wilayah Perumnas III, yang hingga kini belum mendapat tanggapan jelas dari pihak perusahaan. Menurutnya, korban bahkan sempat kesulitan mengambil kendaraannya karena pihak pangkalan ojek setempat meminta penjelasan langsung dari pihak Maxim, sementara manajemen perusahaan tidak merespons dengan baik.

“Kami sudah laporkan ke Polsek Heram, dan Kapolresta Jayapura sudah memberikan tanggapan. Tapi dari pihak Maxim sendiri belum ada langkah nyata,” ujarnya.
Selain menyoroti masalah keamanan, para pengemudi juga menuntut revisi tarif yang dinilai tidak manusiawi. Mereka menyebut tarif Rp10.200 per perjalanan sudah tidak sebanding dengan kondisi ekonomi di Jayapura saat ini.

“Sejak awal kami dijanjikan akan ada penyesuaian tarif setelah tiga bulan berjalan. Tapi sampai sekarang tidak pernah berubah. Kami hanya dapat 30 sampai 70 ribu rupiah per hari, dari yang dulu bisa ratusan ribu,” tandas Dimas.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

28 minutes ago

Tokoh Agama Papua Padukan Langkah Demi Kemanusiaan dan Perdamaian

   Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…

58 minutes ago

13 Tahun Melayani Sebagai Sopir Justru Berakhir Tragis

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban…

1 hour ago

Revitalisasi Penyidikan  29 Proyek Revitalisdasi  Unmus Terus Berjalan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke masih terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam program revitalisasi Universitas…

2 hours ago

Seharian Duduk di Depan Laptop? Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Kamu Tahu

“Sebentar lagi selesai.” Kalimat ini mungkin sering muncul saat sedang mengerjakan tugas atau mengejar deadline.…

2 hours ago

Elay Giban Resmi Jabat Sekda Definitif Papua Pegunungan

Usai melalui beberapa tahapan test yang dilakukan dari oleh pansel dan BKN, akhirnya Gubernur Papua…

3 hours ago