Para pengemudi juga menuntut agar pendaftaran driver baru dihentikan sementara, karena jumlah pengemudi di Jayapura sudah terlalu padat dan berdampak pada menurunnya pendapatan.
Menanggapi tuntutan tersebut Kepala Divisi Maxim Jayapura (HOD), Yosep Nggauk, menyampaikan bahwa sebagian tuntutan driver telah diteruskan ke manajemen pusat.
“Terima kasih sudah datang menyampaikan aspirasi. Terkait zona tidak aman, kami sudah sampaikan ke pusat. Namun sistem blokir wilayah rawan tidak bisa dilakukan sepihak karena berpengaruh pada area operasional lain. Kami akan terus berkoordinasi,” jelas Yosep.
Terkait permintaan kenaikan tarif, Yosep menyebut pihak cabang tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan, karena seluruh kebijakan ditentukan langsung oleh manajemen pusat. “Saya hanya bisa menindaklanjuti dan menyampaikan laporan ke pusat. Soal kebijakan, kami tidak bisa putuskan di sini,” ujarnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…
Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…
Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…
Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…
Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…
DPR Papua memberi deadline atau batas waktu selama satu pekan kepada PT Pertamina Patra Niaga…