Para pengemudi juga menuntut agar pendaftaran driver baru dihentikan sementara, karena jumlah pengemudi di Jayapura sudah terlalu padat dan berdampak pada menurunnya pendapatan.
Menanggapi tuntutan tersebut Kepala Divisi Maxim Jayapura (HOD), Yosep Nggauk, menyampaikan bahwa sebagian tuntutan driver telah diteruskan ke manajemen pusat.
“Terima kasih sudah datang menyampaikan aspirasi. Terkait zona tidak aman, kami sudah sampaikan ke pusat. Namun sistem blokir wilayah rawan tidak bisa dilakukan sepihak karena berpengaruh pada area operasional lain. Kami akan terus berkoordinasi,” jelas Yosep.
Terkait permintaan kenaikan tarif, Yosep menyebut pihak cabang tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan, karena seluruh kebijakan ditentukan langsung oleh manajemen pusat. “Saya hanya bisa menindaklanjuti dan menyampaikan laporan ke pusat. Soal kebijakan, kami tidak bisa putuskan di sini,” ujarnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kota Jayapura jadi penyelenggara setelah mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation Jakarta. Dalam festival…
Plt Kepala Bandara Mopah Merauke Blasius Basa, S.Sos, MM, kepada wartawan mengungkapkan, penggunaan portal parkir…
Menurut Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Papua Dr. Elia Waromi, S.Pd., M.Pd, data guru…
Almarhumah sendiri telah divonis bersalah dan saat sedang menjalani pidananya tersebut meninggal dunia karena sakit.…
Selain memiliki posisi strategis, wilayah perbatasan Papua juga menyimpan keanekaragaman kekayaan, baik sumber daya alam,…
Plt Sekda Jayawijaya Petrus Mahuse, AP, M.Si menyatakan, pemerintah sangat bersyukur kepada Tuhan karena sejak…