Categories: METROPOLIS

Hutan Sagu Masuk Tata Ruang, Tak Bisa Dialihfungsikan

JAYAPURA-Perlindungan hutan sagu kembali disuarakan sebagai langkah menjaga keberlanjutan pangan lokal di Papua. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah hilangnya hutan sagu akibat alih fungsi lahan yang terus mengancam.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua, Roy Eduard Fabian Wayoi menegaskan, keberadaan hutan sagu telah masuk dalam perencanaan tata ruang yang telah ditetapkan pemerintah.

“Dalam pemetaan dan tata ruang, sudah diatur jelas mana kawasan permukiman, kehutanan, maupun kawasan tertentu, termasuk hutan sagu,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (21/4).

Menurutnya, sagu merupakan komoditas pangan khas yang memiliki peran besar bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua. Karena itu, perlindungan terhadap habitat sagu harus menjadi komitmen bersama, baik pemerintah maupun masyarakat adat.

Ia menekankan pentingnya pengaturan melalui peraturan daerah maupun kesepakatan dengan masyarakat adat, guna memastikan kawasan budidaya dan habitat sagu tetap terjaga.

“Kami harapkan lokasi-lokasi yang menjadi kawasan tumbuh sagu ini benar-benar dilindungi dan tidak dialihfungsikan untuk kepentingan lain,” tegasnya.

Roy juga mengingatkan hutan sagu memiliki karakter khusus yang berbeda dengan kawasan hutan lainnya, sehingga memerlukan perhatian serius dalam pengelolaannya. “Ini hutan khusus. Hutan sagu tidak bisa disamakan dengan kawasan lain yang mudah dialihfungsikan,” katanya.

Ia mencontohkan beberapa wilayah seperti Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Sarmi yang memiliki kawasan sagu cukup luas dan harus tetap dipertahankan dalam rencana tata ruang.

Oleh karena itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN mendukung penuh perlindungan tersebut selama telah diatur dalam regulasi dan menjadi kesepakatan di tingkat daerah.

“Tidak semudah itu melakukan alih fungsi hutan sagu, karena ini adalah sumber pangan dan kehidupan masyarakat Papua,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kerentanan Sosial Muncul ketika Masyarakat Tidak Menghargai Budaya Setempat

   Perda ini mewajibkan seluruh bangunan dan fasilitas publik di wilayah Kota Jayapura untuk memasang…

3 hours ago

Rental Playstation Pasar Entrop Jadi Kedok Jualan Ganja dan Miras

   Saat melakukan pemantauan di kawasan Pasar Los Entrop, petugas mencurigai sebuah tempat usaha rental…

4 hours ago

Asosiasi Peternak Ayam Petelur Minta SE Gubernur Papua Dijalankan

  Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini terdapat…

5 hours ago

Pemuda Katolik Harus Teguh dalam Iman, Nyata dalam Karya

   Abisai menegaskan bahwa Pemuda Katolik merupakan salah satu pilar penting bagi gereja dan bangsa,…

6 hours ago

Pemkot Berangkatkan 16 Warga Untuk Umrah Gratis

Suasana haru dan penuh syukur mewarnai pelepasan 103 calon jamaah umrah asal Kota Jayapura yang…

10 hours ago

Pikul Senjata, Dua Jenderal Turun Langsung ke Lokasi Pembakaran Pesawat

Tak tanggung-tanggung agenda ini sampai melibatkan dua jenderal yang langsung turun ke TKP. Salah satunya…

11 hours ago