Categories: METROPOLIS

Milenial Harus Tangkal Penyebaran Berita Hoax

Duta Hoaks, Resa Nangin menerima pernak-pernik dari Binmas Noken Polri dalam mengikuti Talkshow dan deklarasi anti hoax di Auditorium Universitas Cenderawasih Selasa (23/4) kemarin.( foto : Takim/Cepos)

Dari Acara Talkshow dan Deklarasi Anti Hoax di Uncen

JAYAPURA – Generasi masa kini atau yang lebih dikenal dengan sebutan kaum minelineal dari berbagai perguruan tinggi mengikuti Talkshow dan deklarasi anti hoax yang diselenggarakan oleh Binmas Noken Polri di Auditorium Uncen, Selasa (23/4) kemarin.

 Salah satu pemateri dalam deklarasi anti hoaks tersebut, Dr. Adriana Elisabeth, M.Soc, Sc mengatakan, para kaum milineal saat ini sifatnya lebih cenderung menyukai yang sifatnya instan dan tidak pernah mau mencari rekomendasi terlebih dahulu sebelum mempercayai sebuah berita (konten). Sehingga gampang terpengrauh dalam berita atau konten hoaks yang beredar di Gejet masing-masing.

“Jadi saya pikir para kaum milineal ini harus bisa lebih mengerti dalam menggunakan media sosial itu secara bijak terutama fungsi utama gadget,”jelas Adriana ke awak media.

Lanjut Adriana, dengan mengadakan berbagai kegiatan literasi seperti yang ada ini, kaum milenial harus lebih melek terhadap media tersebut dan bisa lebih menahan diri untuk tidak cepat-cepat menyebarkannya. 

 Sementara itu Sebagai salah satu duta anti hoax, Resa Nangin yang merupakan komedian tanah air juga menyebut peran media sosial sangat besar dalam penyebaran berita hoax ini, sebagai seorang Youtuber dan juga duta hoax peran kita juga tentunya akan sangat penting sebagai filter dari berita hoax. 

Salah satu pemateri, Prof Hermawan Sutistiwo, MA, PH.D, APU mengatakan, berita bohong atau hoax tersebut dalam lingkungan sosial politik merupakan suatu fenomena baru. Di mana pada Pilpres 2004 lalu, hoax tersebut belum menyentuh masyarakat umum, akan tetapi hal itu mulai muncul sejak digelarnya Pilgub DKI dua tahun silam. 

 “Hoax ini akan sangat berbahaya ketika ia muncul dengan sentimen-sentimen atau aplikasi akan berita suku, ras dan agama (Sara). Dan rata-rata berita hoax tersebut diproduksi oleh mesin di luar Indonesia, sehingga keberadaannya akan sangat berbahaya bagi kehidupan kita bersama khususnya para kaum minilineal itu sendiri, karena memang para pengguna internet aktif itu adalah mereka yang berada di umur 17 – 30 tahun, ” ujar Prof Hermawan.

Ancaman lain kata Hermawan, dimana 50 persen penduduk Indonesia hanya sebatas lulusan pendidikan  dasar, sehingga akan sangat susah untuk mereka memisahkan antara berita yang benar dan hoax atau juga memahai pengunaan gejet ang efektif dan menjadi medsos yag anti hoaks tersebut sangat sulit untuk dipahami.

“Untuk memproduksi hoax itu bisa mencapai puluhan juta rupiah per berita, jadi sumber-sumber server yang ada di luar negeri itu lah yang dimanfaatkan dengan tujuan tertentu seperti halnya untuk politik, orang tidak mungkin memproduksi hoax jika sifatnya hanya mencari uang (ekonomi) semata. Dan rata-rata sasaran berita bohong tersebut adalah para kaum milinial,” tutupnya.(kim/wen)

newsportal

Recent Posts

Lantai Jembatan Banyak Lubang, Terkesan Kumuh dengan Coretan dan Sampah

Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai.  Arus lalu lintas…

13 hours ago

Wali Kota Ajak Perangi Segala Bentuk Perjudian

   Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…

20 hours ago

Tabrak Truk Semen, Pengendara Motor Tewas di Ring Road

Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…

21 hours ago

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

1 day ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

2 days ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

2 days ago