

Herman Mulawarman (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dijenpas) Papua, Herman Mulawarman menyebut secara keseluruhan lembaga permasyarakatan (Lapas) di Papua menjadi perhatian serius pihaknya dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Diakui situasi dan kondisi di Papua memang cukup rawan perselisihan.
Demikian disampaikan Herman kepada Cenderawasih Pos di Expo Waena pada, Senin (21/10). Selain itu terdapat beberapa Lapas yang telah mengalami over kapasitas. Sementara di satu sisi petugasnya terbatas. Kondisi ini menurutnya rawan terjadi permasalahan dan perselisihan antara sesama warga binaan maupun dengan para petugas.
Namun, di satu sisi kepala Dijenpas Papua itu menyebut bahwa bukan tanpa alasan ada beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas yang menjadi perhatian serius pihaknya dengan intensitas tinggi yakni Lapas Wamena, Nabire, Timika dan Lapas Abepura.
“Sebenarnya terkait dengan perhatian yang serius semua UPT kita perhatikan dengan serius. Namun pastinya perhatian itu ada yang ditingkat paling tinggi atau yang paling mencuat seperti lapas Wamena, Nabire, Timika dan lapas Abepura,” jelasnya.
Keempat UPT Lapas tersebut diketahui menjadi perhatian khusus Dijenpas dengan alasan beberapa narapidana atau tahanan terafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Karena itu pihaknya melakukan penguatan pengamanan sipil.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…