Dengan adanya program pelatihan peningkatan pengetahuan dan skil para Pencaker, diharapkan bisa jadi alternatif bagi masyarakat agar tidak nyaman di zona pengangguran.
“Bagi masyarakat secara umum khususnya peserta pelatihan, harus ada kemandirian dalam memanfaatkannya ilmu pengetahuan yang diterima,” ungkapnya.
“Saya ambil contoh, peserta yang bidang las, jika lowongan kerja tidak ada, maka apa salahnya kita buka bengkel las sendiri,” lanjutnya.
Hal-hal seperti ini yang bisa menjadi satu solusi yang tepat untuk mendapatkan pekerjaan.
“Kita hanya berharap, materi pelatihan yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga ada dampak yang dirasakan, sehingga tidak sia-sia pemerintah melakukan pelatihan seperti ini,” tuturnya.
Karena, jika peserta punya rasa kemandirian terhadap ilmu pengetahuan yang diterima, maka pelatihan ini bisa menjadi investasi jangka panjang yang akan membawa manfaat signifikan bagi masyarakat khususnya Pencaker.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…
Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…
Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…