Dengan adanya program pelatihan peningkatan pengetahuan dan skil para Pencaker, diharapkan bisa jadi alternatif bagi masyarakat agar tidak nyaman di zona pengangguran.
“Bagi masyarakat secara umum khususnya peserta pelatihan, harus ada kemandirian dalam memanfaatkannya ilmu pengetahuan yang diterima,” ungkapnya.
“Saya ambil contoh, peserta yang bidang las, jika lowongan kerja tidak ada, maka apa salahnya kita buka bengkel las sendiri,” lanjutnya.
Hal-hal seperti ini yang bisa menjadi satu solusi yang tepat untuk mendapatkan pekerjaan.
“Kita hanya berharap, materi pelatihan yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga ada dampak yang dirasakan, sehingga tidak sia-sia pemerintah melakukan pelatihan seperti ini,” tuturnya.
Karena, jika peserta punya rasa kemandirian terhadap ilmu pengetahuan yang diterima, maka pelatihan ini bisa menjadi investasi jangka panjang yang akan membawa manfaat signifikan bagi masyarakat khususnya Pencaker.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…
Kota Jayapura jadi penyelenggara setelah mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation Jakarta. Dalam festival…