Dengan adanya program pelatihan peningkatan pengetahuan dan skil para Pencaker, diharapkan bisa jadi alternatif bagi masyarakat agar tidak nyaman di zona pengangguran.
“Bagi masyarakat secara umum khususnya peserta pelatihan, harus ada kemandirian dalam memanfaatkannya ilmu pengetahuan yang diterima,” ungkapnya.
“Saya ambil contoh, peserta yang bidang las, jika lowongan kerja tidak ada, maka apa salahnya kita buka bengkel las sendiri,” lanjutnya.
Hal-hal seperti ini yang bisa menjadi satu solusi yang tepat untuk mendapatkan pekerjaan.
“Kita hanya berharap, materi pelatihan yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga ada dampak yang dirasakan, sehingga tidak sia-sia pemerintah melakukan pelatihan seperti ini,” tuturnya.
Karena, jika peserta punya rasa kemandirian terhadap ilmu pengetahuan yang diterima, maka pelatihan ini bisa menjadi investasi jangka panjang yang akan membawa manfaat signifikan bagi masyarakat khususnya Pencaker.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bupati Keerom, Piter Gusbager, mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar euforia perhelatan Piala Dunia 2026 tidak…
SMA YPPK Asisi Sentani masih membuka pendaftaran peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027 karena kuota…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Jayapura, Samuel Telenggen, menilai…
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua, Adyantana Meru Herlambang, mengatakan penyidikan perkara ini telah…
Dokumen LHP BPK RI tersebut diserahkan Staf ahli BPK Bidang Manajemen Resiko, Dr. Heri Subowo…
Pemerintah Provinsi Papua mulai melaksanakan pemanfaatan dana Result Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund…