

Penyematan tanda peserta kepada peserta Sidang Jemaat GKI Pengharapan Jayapura ke-35, Rabu (19/11). (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA –Wakil Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Port Numbay, R.D. Siahaya menyebut bahwa sidang jemaat merupakan amanat gereja sesuai tata Gereja Kristen Injili (GKI).
“Sidang ini menjadi ruang mengevaluasi program pelayanan, anggaran jemaat, dan laporan pertanggungjawaban satu tahun pelayanan,” ujarnya, saat Sidang Jemaat GKI Pengharapan Jayapura ke-35, Rabu (19/11).
Ia menjelaskan bahwa, jemaat akan memasuki Tahun 2026 sebagai Tahun Kepedulian setelah penutupan Tahun Kesehatian. “Penyusunan program perlu mengacu pada Renstra Sinode dan Renstra Klasis periode 2022–2027 yang memuat program strategis di tiap tingkatan,” ujarnya.
Siahaya menegaskan bahwa program strategis tersebut telah dijabarkan dalam rencana kerja tahunan dan disampaikan ke seluruh jemaat. Ia juga mengajak jemaat menyesuaikan program pelayanan dengan kondisi wilayah masing-masing.
Sementara Plh Sekda Papua, Yohanes Walilo mengatakan sidang menjadi bagian dari konsolidasi antara gereja dan pemerintah daerah. “Yang pertama, Papua Sehat, dan gereja berperan membangun kesadaran kesehatan jemaat melalui edukasi dan pendampingan kelompok rentan,” ucapnya.
Page: 1 2
Terminal kontainer Pelabuhan Merauke saat ini dinilai semakin padat. Ketua Komisi II DPR Provinsi Papua…
nggota Komisi II DPR RI sekaligus Ketua Panitia Khusus (Pansus) UU Otonomi Khusus (Otsus) Papua,…
Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…
Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari pesawat Piper PA 23-250…
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…