Categories: METROPOLIS

Siap Back Up Kebutuhan Darah Pasien RSUD Jayapura

JAYAPURA-Dalam rangka memenuhi kebutuhan darah bagi pasien, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura secara resmi bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua untuk persediaan stok kantong darah.

   Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur RSUD Jayapura drg. Aloysius Giyai, M.Kes dan Ketua PMI Provinsi Papua, Zakius Degei, ST, Kamis, (19/10) di Ruang Komdik RSUD Jayapura.

   “PMI Papua mengapresiasi langkah brilian yang diambil oleh Direktur RSUD Jayapura untuk memenuhi kebutuhan darah yang selama ini dikeluhkan pasien,” ucap Ketua PMI Provinsi Papua Zakius Degei.

   Menurut Zakius, dengan adanya penandatanganan kerjasama ini, pihak PMI akan mensuplai kebutuhan darah ke RSUD Jayapura dan memastikan pasien tidak lagi mencari kantong darah sendiri di luar rumah sakit.

  “PMI Papua akan memback up full Bank Darah RSUD Jayapura dan pastikan pasien tidak akan cari darah ke luar rumah sakit. Langkah baik Direktur RSUD Jayapura untuk menolong pasien yang membutuhkan darah ini, kami apresiasi dan siap mendukung,” tegasnya.

   Sementara itu, dalam rangka menjaga stok darah tetap terjaga, Zakius mengajak masyarakat Papua untuk melakukan donor darah secara gratis di Kantor PMI Papua. Sebab, ia mengaku kurang lebih kerjasama dengan 9 rumah sakit, tapi yang sudah MoU resmi baru RS Dian Harapan, RS Provita dan RSUD Jayapura hari ini.

   “Untuk stok darah, selama ini kami sosialisasikan program Donor Darah sebagai gaya hidup kepada masyarakat, terutama untuk kaum milenial. Karena manfaat donor darah ini banyak sekali untuk kesehatan tubuh. Atau masyakarat yang mau donor bisa langsung ke kantor PMI Papua, kami buka selama 24 jam dan semua fasilitas sudah ada,” bebernya.

   Sementara itu, Direktur RSUD Jayapura drg. Aloysius Giyai, M.Kes memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua PMI Provinsi Papua dan jajarannya yang sudah dua bulan lebih ini memback up kebutuhan darah di rumah sakit yang dipimpinnya.

  “Kerja sama ini de facto-nya sudah jalan dua bulan lebih, tapi baru kita tanda tangan MoU secara resmi hari ini. Dengan adanya kerja sama ini, kantong darah dari PMI akan masuk di BDRS kami, sehingga pasien dan keluarga tidak perlu mencari kantor darah kemana-mana,” pungkasnya. (fia/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 hour ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

2 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

3 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

4 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

5 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

6 hours ago