Sambungnya, tantangan utama program tersebut adalah ketersediaan alat berat, terutama ekskavator. Untuk mencapai target 30.000 hektare, dibutuhkan sekitar 200-300 unit alat berat agar pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu enam bulan.
“Program cetak sawah ini dirancang berjalan secara tahunan (year by year), sehingga setiap target harus direalisasikan sesuai perencanaan teknis dan dukungan anggaran,” ujarnya.
Pemprov Papua juga mempertimbangkan pelibatan badan usaha milik daerah (BUMD) dalam pelaksanaan pekerjaan cetak sawah guna memperkuat pengendalian dan efektivitas program di lapangan. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…