Sementara itu menurut salah satu penjual pinang yang ditemui Cendrawasih Pos yang namanya enggan dikorankan, mereka berjual di luar area pasar atas seizin pemilik lahan. “Kami bayar kepada pemilik lahan, setiap bulan kami ditagih,” tutur penjual pinang tersebut.
Sementara alasan mereka berjualan di luar area pasar, karena sebagian besar penjual pinang di Pasar Youtefa hanya sebagai pemasok. “Kami tidak jual eceran, makanya kami hanya jual di luar itupun setiap sore saja,” tuturnya.
Kalaupun lanjutnya tidak diizinkan untuk berjualan di luar area pasar, maka pemrintah harus mencarikan solusi, khususnya lokasi bagi penjual pinang tersebut.
“Jangan juga di bagian dalam, karena kami ini hanya pemasok, mungkin kalau penjual eceran bisa saja jualan area bagian dalam Pasar Youtefa,” tuturnya. (rel/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Christian menyinggung masih terjadinya gangguan keamanan yang berdampak pada fasilitas transportasi di sejumlah wilayah…
Barto mengatakan, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak masyarakat. Namun, khusus bagi pelajar, menurutnya…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom menggelar kegiatan pasar murah bertajuk Gerakan Pangan Murah. Program ini dilaksanakan…
Pemerintah Kabupaten Keerom menerima hibah enam unit perangkat internet satelit Starlink beserta peralatan pendukungnya dari…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan pembangunan sektor transportasi menjadi salah satu bagian penting dalam…
Gubernur Papua dalam sambutan yang dibacakan Pj Sekda Papua Christian Sohilait mengatakan, pemberian TPP…