Sementara itu menurut salah satu penjual pinang yang ditemui Cendrawasih Pos yang namanya enggan dikorankan, mereka berjual di luar area pasar atas seizin pemilik lahan. “Kami bayar kepada pemilik lahan, setiap bulan kami ditagih,” tutur penjual pinang tersebut.
Sementara alasan mereka berjualan di luar area pasar, karena sebagian besar penjual pinang di Pasar Youtefa hanya sebagai pemasok. “Kami tidak jual eceran, makanya kami hanya jual di luar itupun setiap sore saja,” tuturnya.
Kalaupun lanjutnya tidak diizinkan untuk berjualan di luar area pasar, maka pemrintah harus mencarikan solusi, khususnya lokasi bagi penjual pinang tersebut.
“Jangan juga di bagian dalam, karena kami ini hanya pemasok, mungkin kalau penjual eceran bisa saja jualan area bagian dalam Pasar Youtefa,” tuturnya. (rel/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…