Karenanya, para siswa dan masyarakat merasa tidak nyaman ketika hendak menyeberang. Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah setempat.
“Saya sebenarnya agak takut lewat disini (JPO), karena kondisi lintasannya bolong hingga terlihat lalu-lalang kendaraan (dibawa jembatan), kemudiankan beberapa bagian besi penyangga juga sudah karatan dan lapuk. Jadi kita lewati disini juga dengan hati-hati,” ungkap Maikel.
Di tempat yang sama Yoselan (14) seorang Siswa kelas VIII di SMP Advent yang sehari-hari mengunakan JPO tersebut untuk menyebrang, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi JPO yang semakin memburuk. Ia menyoroti salah satu bagian JPO Abepura yang terlihat berbahaya untuk digunakan.
”Itu di belokan bagian atas jembatan itu rusaknya sudah terlalu parah, papan bagian alas jembatan sudah pada jebol tidak lagi pada tempatnya masing-masing. Kemudian juga besi penyangga bagian bawa jembatan terlihat karat dan lapuk,” ungkap Yoselan.
Sementara itu, pengemudi taksi, Anton (33) menyampaikan cerita serupa. Ia sering melihat kondisi JPO yang memprihatinkan, penuh sampah, dan kurang aman. Bahkan, beberapa kali ia mendapati anak-anak yang menggunakan JPO sebagai tempat untuk minuman keras.
Gebyar Pajak 2026 yang digelar di halaman Kantor Bapenda Papua, Kamis, 13 Agustus 2026,…
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda)…
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jayapura Kota menangkap dua pemuda berinisial J.W (18) M.P (18)…
Ribuan personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, serta aparatur Pemerintah Daerah (Pemda) tingkat…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan progres pembangunan kantor Gubernur Papua…
Asep mengatakan, dalam pelaksanaan upacara tersebut, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil…