Categories: METROPOLIS

Hindari Risiko, Lapas Abepura Fasilitasi TV di Tiap Blok

JAYAPURA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura memastikan warga binaan pemasyarakatan (WBP) tetap dapat menikmati euforia dan semarak gelaran Piala Dunia 2026. Kendati demikian, pihak Lapas memutuskan untuk tidak menggelar acara nonton bareng (nobar) terpusat demi menjaga kondusivitas dan keamanan di dalam lingkungan Lapas.

   Sebagai solusinya, manajemen Lapas Abepura telah memfasilitasi sarana hiburan berupa televisi di setiap blok hunian agar para warga binaan tidak kehilangan momen pertandingan akbar tersebut.

   Keputusan untuk tidak mengadakan nonton bareng secara massal ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor risiko. Salah satu alasan utamanya adalah waktu kick-off babak final yang dinilai rawan dari kacamata pengamanan.

  Laga pamungkas yang mempertemukan juara bertahan Argentina melawan Spanyol tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7) sekitar pukul 04.00 WIT. Waktu subuh dianggap sebagai jam rawan yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari petugas keamanan.

   Pegawai Lapas Abepura, Yusran, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif (pencegahan) untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Tidak ada instruksi khusus dari pimpinan mengenai nobar. Tetapi yang pasti, warga binaan tetap bisa menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Spanyol. Mereka tetap menonton di setiap bloknya masing-masing,” ujar Yusran saat memberikan keterangan melalui telepon, Sabtu (18/7).

   Ia menambahkan, pihak Lapas telah menyediakan setidaknya delapan (8) unit televisi yang tersebar di setiap blok hunian. Dengan begitu, para warga binaan cukup menyaksikan pertandingan dari dalam blok mereka tanpa harus berkumpul di satu area terbuka.

   Lebih lanjut, Yusran menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Berkumpulnya massa dalam jumlah besar pada dini hari atau subuh memiliki risiko tinggi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).

   “Faktor keamanan adalah hal utama, kami tidak ingin mengambil risiko. Apalagi pertandingannya dilaksanakan masih subuh. Niat kita memang baik untuk memberikan hiburan, tetapi kita juga harus waspada. Kita tidak pernah tahu jika ada oknum yang justru memanfaatkan situasi (keramaian) tersebut. Hal itulah yang sejak awal kami antisipasi,” pungkasnya.

   Dengan kebijakan menempatkan satu unit televisi di setiap blok, Lapas Abepura berhasil menyelaraskan dua pemenuhan hak: yakni memberikan hak hiburan dan rekreasi bagi warga binaan, sekaligus tetap menjaga komitmen pengamanan yang ketat sesuai prosedur yang berlaku. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Juna Cepos

Recent Posts

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

2 days ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

2 days ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

2 days ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

2 days ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

2 days ago

Boaz Dukung Peminjaman Markus ke PSS Sleman

Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…

2 days ago