

Kondisi Pantai Ciberi yang terus terkikis akibat abrasi gelombang laut. Kondisi serupa juga terjadi di sepanjang pantai Holtekamp yang laju pengikisan daratan cukup signifikan. (foto: Jimi/Cepos)
JAYAPURA– Penyusutan wilayah daratan Ciberi hingga Holtekamp ternyata sudah terjadi sejak lama. Hal itu dikatakan oleh dosen Ilmu Planologi pada Fakultas Teknik, Uncen, Monita Yessy Beatrick Wambrauw.
Dia menjelaskan, bukti itu diperoleh dari kajian dan penelitian yang dilakukan oleh salah satu mahasiswanya di Fakultas Teknik Sipil Universitas Negeri Cendrawasih, Cheril Defretes sejak tahun 2023.
Dalam penelitian itu beberapa hal penting yang dikaji seperti zonasi tingkat kerusakan, apakah tingkat kerusakannya ringan sedang atau sangat parah. Kemudian kecepatan arus di sekitar kawasan Ciberi hingga Holtekamp yang ternyata terungkap dalam penelitian itu masuk dalam kategori lemah hingga sedang.
Kemudian, berdasarkan hasil kajian yang dikumpul dari foto citra satelit sejak tahun 1994-2022, menunjukkan pengikisan abrasi hingga penyempitan wilayah daratan di Ciberi dan Holtekamp itu yang sangat signifikan.
Dari data hasil penelitian itu, dipastikan pengurangan atau pengikisan daratan sepanjang 0,89 meter per tahun. Kemudian perubahan garis pantai Ciberi itu dipengaruhi oleh faktor alam juga manusia.
“Kalau dihitung berdasarkan data tersebut sebenarnya wilayah pantai Ciberi hingga Holtekamp itu dari tahun ke tahun mengalami pengurangan, tambah kecil. Cuma yang membedakan itu kehadiran pohon-pohon yang sudah mulai besar karena dulunya belum ada pohon, tetapi kalau dilihat itu sebenarnya semakin sempit wilayah daratannya,”ujarnya, Selasa (18/2).
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…