Kemudian, untuk saat ini apakah kehadiran Jembatan Merah itu, terjadi perubahan arus yang signifikan dan memberikan dampak yang lebih besar terutama mempercepat proses pengikisan daratan. Karena itu perlu dilakukan kajian dan penelitian yang mendalam tentang sifat airnya.
“Kalau kita lihat dari dampak positifnya kehadiran jembatan itu memang memberikan kelancaran dalam aksesibilitas dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kawasan itu,”ungkapnya.
Namun demikian tentunya ada dampak negatifnya seperti adanya abrasi kemudian masalah sampah dan sedimentasi tentunya. Termasuk berkurangnya hutan mangrove, yang paling ekstremnya berdampak pada degradasinya kebiasaan masyarakat lokal, dalam kaitan mencari makanan di sekitar wilayah itu, mulai dari kerang laut kepiting dan lain sebagainya. Hal itu disebabkan karena masalah sampah.
“Terutama di hutan perempuan milik masyarakat Enggros, karena ada pada waktu-waktu tertentu mereka akan datang ke hutan perempuan untuk mencari Bia,”tambahnya.(roy/tri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian…
Cuaca ekstrem di dataran Kabupaten Mimika, Papua Tengah memicu tanah longsor yang memutus akses vital…
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan situasi keamanan…
Kertua Komisi II DPR Provinsi Papua Selatan Yulians Charles Gomar memberikan tanggapan terkait dengan persoalan…
Nah, di grup barat saat ini Garudayaksa memimpin klasemen dengan 49 poin, sementara Adhyaksa menguntit…
Larangan membawa HP ke sekolah tersebut, lanjut dia, karena anak-anak tidak akan fokus belajar terlebih…