Categories: METROPOLIS

Otniel Meraudje Jabat Kepala Kampung Tobati

JAYAPURA-Kampung Tobati akhirnya segera memiliki kepala kampung definitif setelah dilakukannya pemilihan kepala kampung secara demokrasi di kampung Tobati, Selasa (17/10).

Diketahui pemilihan kepala kampung Tobati ini diikuti oleh lima kandidat calon, mereka masing-masing Abraham Hababuk, Isak Samuel Hamadi,  James Ireuw, Otniel Meraudje, Richard Haay.

Dari hasil  pencoblosan yang dilakukan di para para adat Ireeuw itu, Otniel Meraudje meraih suara terbanyak dengan raihan suara 117 suara, Ishak Samuel Hamadi 71 suara, Abraham Hababuk 38 suara, James Ireeuw 35 suara, Richard Jangkes Haay 27 suara.

Plt. Kepala Kampung Tobati, Fransiskus Esa mengatakan,  berdasarkan DPT yang tercatat ada 350 wajib pilih dikampung itu.  Namun hanya 305 wajib pilih  yang memberikan suaranya di kotak suara.

“Semua calon yang bertarung hari ini sudah mengikuti proses dan tahapan sampai dengan hari  ini pemilihan,” ujar Fransiskus Esa, Selasa (17/10).

Proses pemilihan kepala kampung Tobati kali ini disaksikan langsung oleh PJ Walikota Jayapura, Dr. Frans Pekey dan sejumlah pejabat lainya dari Pemkot Jayapura. Proses pemilihan kepala kampung itu juga mendapatkan pengawalan langsung dari aparat kepolisian dan beberapa anggota TNI. Bahkan dihadiri langsung oleh Kapolresta Jayapura, Kombespol Vicktor Mackbon.

Pj Walikota Jayapura, Dr. Frans Pekey berharap, siapapun yang akan terpilih sebagai kepala kampung, perlu didukung dalam pelaksanaan program kerjanya di kampung. Dia juga meminta kepada kepala kampung terpilih, supaya dalam menjalankan program kerjanya harus ada  skala prioritas.

Misalnya setahun pertama membangun infrastruktur perumahan masyarakat di kampung, tahun kedua misalnya program ekonomi. Sehingga pembangunan di kampung bisa terarah dan nampak, terutama dalam memanfaatkan alokasi dana desa yang diberikan oleh pemerintah pusat.

“Setiap tahun harus ada prioritas, kalau bangun satu-satu tidak ada nampak, harus ada prioritas pembangunan dikampung, kesepakatan sesuai dengan mekanisme yang ada di kampung,” harap Frans Pekey.

Sehubungan dengan hal tersebut, dia berharap agar masyarakat dikampung itu harus dipastikan sudah terdaftar sebagai peserta pemilu 2024 mendatang. Sehingga mereka bisa memberikan hak politiknya dalam pesta dekorasi tersebut.(roy/tri).

Juna Cepos

Recent Posts

Laga Pamungkas

Nah sebagai tim tanpa beban ini justru kadang menjadi ancaman bagi kubu tuan rumah karena…

1 day ago

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

2 days ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

2 days ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

2 days ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

2 days ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

2 days ago