Categories: METROPOLIS

Retribusi Parkir Tak Maksimal Heram Karena Banyaknya Parkir Liar

JAYAPURA-Sekretaris Bapenda Kota Jayapura Adolfina Taniau, mengungkapkan target Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan di Kota Jayapura tahun 2024 sebesar Rp. 2000.000.000. Per Rabu 17 Juli 2024 kemarin capaian penerimaan Retribusi Parkir ini sudah mencapai Rp. 1.559.028.000, atau 77,95 persen.

“Jadi kita masih kurang Rp. 440.972.000,” ujar Adolf, di Kantor Bapenda Kota Jayapura Rabu (17/7) kemarin.

Adapun potensi capaian retribusi parkir ini diperoleh dari wilayah Distrik Jayapura Utara, Selatan dan Abepura. Ketiga wilayah ini menjadi sumber retribusi parkir di Kota Jayapura. 

“Terutama Jayapura Utara, paling tinggi penerimaanya setiap bulan,” kata Adolf.

Adapun wilayah Heram, dan Muara Tami belum dapat memberikan kontribusi untuk menjadi sumber PAD. Khusus Distrik Heram tidak dapat menjadi potensi retribusi daerah karena banyaknya parkiran liar diwilayah tersebut. “Pernah ditarik disana, tapi tidak bisa karena, parkir liar terlalu banyak,” kata Adolf.

Capaian ini tidak terlepas dari pengawasan Bapenda Kota Jayapura yang begitu ketat. Bahkan di pertengahan bulan Juli ini penerimaan Retribusi Parkir di Tepi Jalan ini sudah mencapai Rp. 139. 906.000. “Karena memang setiap harinya kami pantau, dan setiap bulannya dievaluasi secara rinci,” bebernya.

Dalam kesempatan itu Adolf juga mengungkapkan untuk retribusi parkir di dalam ruko pasific permai yang bekerjsama dengan Angkasapura Support target 2024 ini sebesar Rp 4.400.000.000, hingga juli ini realisaai penerimaan baru mencapai Rp 1.500.000. Dengan melihat sisa waktu yang ada, maka diperkirakan tidak akan mencapai target.

“Kita hitung-hitung tahun ini tidak capai target karena kontribusi bulanannya saja hanya Rp. 300 juta lebih,” katanya.

Padahal lanjutnya tarif masuk ke dalam ruko sudah berubah dimana tarif untuk kendaraan roda dua sebesar dari semula hanya Rp. 2.000 naik menjadi  Rp. 3.000 dan roda 4, dari semula hanya Rp. 3.000 sekarang naik Rp. 6000, namun meski tarifnya dinaikan, realisasi penerimaan justru semakin berkurang setiap bulannya.

“Dengan kondisi ini akan menjadi evaluasi bagi pemerintah, apakah kerjsama dengan angkasapura ini berlanjut atau tidak,” tuturnya.

Menurut Adolf, turunnya realisasi retribusi di dalam ruko pasific ini terjadi mulai waktu covid 19, tapi juga pasca pemerkaran DOB.

Pasalnya pasca pemerkaran DOB daya pengunjung hotel di dalam Ruko Pasific ini sangat berkurang, ditambah lagi adanya larangan jualan bagi pedagang kaki lima oleh pemerintah kota Jayapura.

“Kami berharap masalah ini menjadi bahan evaluasi pemerintah sehingga realisasi retribusi kita di dalam ruko pasifi tercapai,” pungkasnya. (rel/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Tetap Percaya Diri Meski Mencatat hingga Menyapa Pelanggan Semua Lewat Layar

Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…

51 minutes ago

Kapal Papua Baru Tenggelam di Pelabuhan Jayapura

Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…

51 minutes ago

Pomdam XVII/Cenderawasih Mulai Selidiki Tewasnya Kevin

Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…

2 hours ago

Kaya Akan Biodiversity, Upaya Pelestarian Perlu Dilakukan Secara Kolaborasi

Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…

3 hours ago

Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik Sudaryati

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…

7 hours ago

Wamentan: Indonesia Hentikan Impor Beras

Menurut dia, keberhasilan tersebut dicapai melalui strategi sederhana namun konsisten, yakni meningkatkan luas tanam sehingga…

8 hours ago