Categories: METROPOLIS

Jayapura Masih Diguyur Hujan Hingga Empat Hari ke Depan

ilustrasi BMKG

*Masyarakat Diminta Tidak Terpancing Isu yang Tidak Dapat Dipertanggungjawabkan

JAYAPURA- Wilayah Jayapura masih akan diguyur hujan untuk 3 hinga 4 hari kedepan, hal ini dikarenakan tekanan rendah di bagian Utara sebelah Timur Papua.

 Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Petrus Demon Sili, M.Si saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telfon selulernya, Senin (18/3).

 Namun, potensi hujan untuk 3 hinga 4 hari kedepan kata Petrus Demon semakin menurun karena sudah menjauh dari posisi papua. Dan hujan terpantau malam hari hinga dini hari. “Hujan yang paling lebat itu terjadi pada (16-17/3), dikarenakan tekanan rendahnya masih berada di wilayah kita,” ungkapnya.

 Menurutnya, fenomena hujan merupakan fenomena biasa. Sebab perkiraan BMKG sendiri musim hujan terjadi pada Januari-Februasri dan saat ini menuju ke masa transisi pancaroba.

 Sementara itu, disingung bakal terjadi tsunami sebagaimana  kabar yang beredar. Petrus Demon membantah hal tersebut, sebab sejak pukul 00:50 WIT tanggal 18 Maret 2019 tidak ada potensi tsunami yang disebabkan oleh akitvitas gempa bumi tektonik.

 Sebagaimana berdasarkan hasil pemantauan gempa bumi yang dilakukan selama 24 jam, sepanjang 17-18/3 sekira pukul 00:15 WIT tidak ada aktivitas gempa bumi dengan kekuatan 7.0 atau lebih di sekitar wilayah Papua yang dapat menimbulkan potensi tsunami.

 “Masyarakat tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan selalu memantau situs resmi BMKG, sehinga saya katakan informasi yang beredar itu adalah Hoax,” tegasnya.

 Menurutnya, di Wilayah Jayapura dan sekitarnya tidak ada gunung api yang dapat menyebabkan tsunami. Sehinga itu, masyarakat tetap tenang dan percaya pada institusi resmi BMKG dan isntansi lainya yang mengeluarkan informasi terkait adanya tsunami.

 Terkait dengan air danau yang naik, Kepala BMKG menilai itu hal yang biasa jika disambungkan dengan hujan lebat  yang terjadi sejak 16-17/3. Dimana volume air yang masuk ke danau sentani mencapai 114 perharinya. (fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Realisasi APBD Papua 2025, Pendapatan 97,95 % dan Belanja 96,58 %

  Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mengatakan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) tentang Pertanggungjawaban…

5 hours ago

TPAKD Papua Siapkan Strategi Baru Dorong Ekonomi Daerah

  Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry, mengatakan TPAKD bukan sekadar…

6 hours ago

Pemprov Harus Serius Kelola Aset Senilai Rp17,4 Triliun

   Pandangan umum Fraksi Golkar yang dibacakan Yermias Y.Y. Wouw,  menyoroti nilai aset daerah Papua…

7 hours ago

Melihat Aksi Solidaritas Masyarakat Kota Jayapura Dalam Musibah Gempa di NTT

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi pada Sabtu, 15…

8 hours ago

ABR: Festival Kampung Tak Boleh Hilang

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura tetap memberikan perhatian terhadap keberadaan…

22 hours ago

Tabrak Truk Tabung Gas, Pengendara Motor Luka-luka

  Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pengendara sepeda motor bernomor polisi PA…

23 hours ago