Categories: METROPOLIS

Kurang Kesadaran Masyarakat untuk Bayar Retribusi Sampah

JAYAPURA – Masalah pengelolaan sampah di Kota Jayapura masih menjadi PR yang cukup pelik. Saking banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan dan terus mengalami peningkatan, pemerintah membutuhkan biaya lebih. Penerapan retribusi sampah di beberapa distrik dan kelurahan di Kota Jayapura, diharapkan bisa menjadi salah satu solusi.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura (2024), timbunan sampah sekitar 242 ton setiap hari. Dan, rumah tangga menjadi sumber sampah yang paling besar. Karena itu pemerintah mengimbau kepada masyarakat akan pentingnya meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah di level individu dan rumah tangga.

Meskipun sudah dilakukan berbagai sosialisasi oleh pemerintah setempat terutama di tingkat kelurahan, namun kesadaran masyarakat untuk membayar retribusi sampah masih kurang.

Kepada Cenderawasih Pos, pada Senin (16/6) Plt Lurah Waihmorok Dorsila Ayeri mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam menerapkan retribusi sampah di Kota Jayapura adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya kebutuhan pendanaan dalam menjalankan pengelolaan sampah yang bijak dan bertanggung jawab.

Ia mengatakan minimnya fasilitas pengelolaan sampah adalah salah satu akibat dari kurangnya dana yang dibutuhkan. Untuk itu, penting untuk mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat terkait pentingnya hal ini. “Dari bulan Januari hingga Juni 2025 ini di kelurahan kita ini (Wai Mhorock) yang baru membayar retribusi sampah baru 81 rumah dan pintu kos-kosan,” Senin (16/6).

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sindikat Perdagangan Bayi Dipromosikan Lewat Tiktok

Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan seorang ibu hamil berinisial BS, 29, yang tinggal di…

3 hours ago

Dugaan Kebocoran Data Pengguna Instagram, Komdigi Panggil Meta

Data yang diduga bocor mencakup nama pengguna, alamat, nomor telepon, hingga email, dan disebarkan di…

5 hours ago

Raja Juli Antoni: Masyarakat Bisa ‘Membeli’ Hutan

Pernyataan tersebut merespons ramainya ide netizen mengenai gagasan masyarakat ‘membeli’ hutan, yang mencuat setelah banjir…

6 hours ago

Buruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak Optimal

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…

1 day ago

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…

1 day ago

Jika Papua Utara Jadi, Suka Tidak Suka Harus Diterima

Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…

1 day ago