

JAYAPURA- Lakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), seorang buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Jayapura ditangkap Polisi tanpa perlawanan di Pelabuhan Laut Jayapura, Selasa (16/2) malam.
Pelaku dengan inisial YW (41) Warga Dok V Atas ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor: LP/197/II/2021/Papua/Restar Jpr Kota tentang kekerasan fisik dalam rumah tangga yang di laporkan korban Selfiana L. S pada tanggal 8 Februari pekan lalu.
Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Komang Yustrio Wirahadi Kusuma mengatakan, pelaku telah diamankan di Mapolresta Jayapura Kota guna menjalani pemeriksaan oleh Penyidik unit PPA. “Pelaku ditangkap tanpa perlawanan oleh tim di Pelabuhan Jayapura, kini telah berada di Mapolresta Jayapura Kota guna menjalani pemeriksaan oleh penyidik unit PPA,” ucap Kasat Reskrim saat dikonfirmasi, Rabu (17/2).
Dikatakan, atas perbuatannya. YW disangkakan melanggar pasal 44 ayat 1 tentang kekerasan fisik dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara.
Dijelaskan, kejadian itu terjadi di lapangan rumah kerucut belakang Ex Ampera Jayapura. Dimana korban mencari pelaku namun bertemu dengan selingkuhann pelaku hingga terjadi cekcok serta pemukulan. “Tidak lama kemudian, pelaku datang dan melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan tangan pada bagian wajah, leher dan badan,” kata Kasat.
Kasat mengimbau kepada warga terutama mereka yang berkeluarga untuk tidak mudah melakukan aksi pemukulan termasuk pada pasangannya sendiri. sebab, itu bisa diproses hukum jika salah satu diantara mereka tidak terima dengan perlakuan tersebut. (fia/wen)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…