Categories: METROPOLIS

Dana Desa di Kota Jayapura Fantastis, Capai 12 M per Kampung

JAYAPURA-Besaran dana desa  yang disalurkan pemerintah pusat setiap tahunnya  di empat belas (14) Kampung di Kota Jayapura terbilang sangat fantastis.  Kisaranya mencapai 5-12 miliar rupiah per kampung. Tentu ini bisa melebihi anggaran di satu Organisasi Perangkat Daerah di Pemkot Jayapura.

  “Ada kampung  yang kelola Rp 5 miliar dan yang paling tinggi itu kampung Koya Koso karena wilayahnya besar, sekitar Rp 12 miliar,” kata Asisten 1 Bidang Pemerintahan umum Pemkot Jayapura, Evert Meraudje, Rabu (15/11).

   Dia menekankan, pentingnya evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh aparat pemerintah kampung terkait dengan penggunaan dana desa di setiap kampung itu. Misalnya tidak hanya fokus pada program fisik tapi juga peningkatan SDM dan program pemberdayaan masyarakat.

  “Kami berharap, Musrembang di kampung ini dapat menjadi wadah untuk menyerap apa yang menjadi aspirasi masyarakat di kampung. Sehingga dana ini terserap disitu. Mulai dari prosentase dan lain lain itu diatur, fisik berapa, non fisik berapa”katanya.

  Selain itu, yang tidak kalah ini adalah terkait dengan peran pendamping di masing-masing kampung. Karena itu, dia meminta agar ke depan peran dari para pendamping ini perlu dimaksimalkan. Sehingga peran pendamping ini betul-betul mengerjakan tugasnya.

  “Jangan dia kerja yang lain, seperti tugas-tugas administrasi dan lain-lain, tidak boleh. Dia hanya mendampingi kampung.  Sehingga penggunaan anggaran betul sesuai dengan apa yang menjadi harapan kita,” ujarnya.

  Yang tidak kalah pentingnya adalah, pemerintah harus kreatif, terutama kepada para pengelola dana kampung itu. Terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Sehingga selain mengatasi persoalan kesehatan, tentunya tidak ada lagi cerita anak kampung tidak sekolah.

  “Jangan sampai uang ini lari ke fisik semua, inikan kurang kreatif. Jadi aparat kampung dituntut lebih kreatif lagi,” imbuhnya.

   Dia juga menambahkan, Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) di kampung juga harus dihidupkan. Karena itu bisa membantu ekonomi masyarakatnya. Di satu sisi dia juga mengkritisi sejumlah Bumkam yang sudah dibentuk, namun tidak bisa dimaksimalkan dengan baik.

  “Bumkam kita di kota hari ini kan hanya Holtekam saja yang bisa kita lihat hasilnya, tapi yang lain belum, berarti harus dievaluasi,” pungkasnya. (roy/tri)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

42 seconds ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

2 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

3 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

4 hours ago

11 SPPG Masih Dibekukan, Program MBG Macet?

Penangguhan ini memicu kekhawatiran atas keberlangsungan distribusi nutrisi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Krisis operasional…

5 hours ago

Demi Harga Diri

Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah…

6 hours ago