

Kondisi kursi meja dan ruang kelas SD YPK Yoka Baru terlihat hangus terbakar, Rabu (15/7).(FOTO:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Pasca kebakaran yang menghanguskan ruang-ruang kelas serta fasilitas penunjang SD YPK Yoka Baru, segenap jajaran pendidik bergerak cepat agar pemenuhan hak belajar anak-anak didik tidak terputus. Para guru kini tengah sibuk dan fokus mempersiapkan materi pembelajaran secara daring (dalam jaringan) dari lokasi darurat.
Langkah taktis dan respons cepat ini diambil sebagai solusi jangka pendek yang paling realistis. Dengan kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan parah dan belum memungkinkan untuk menggelar aktivitas tatap muka, peralihan ke ruang digital menjadi satu-satunya jalan agar roda akademik tetap bisa berputar di tengah keterbatasan.
Kepala Sekolah SD YPK Yoka Baru, Herni Rumayomi, menjelaskan bahwa pihak manajemen sekolah langsung menggelar rapat bersama seluruh dewan guru sesaat setelah bencana terjadi. Fokus utama mereka saat ini adalah menyusun skema pembelajaran jarak jauh yang adaptif, efektif, dan tidak memberatkan siswa yang juga sedang dalam kondisi psikologis pasca-bencana.
“Kami sedang fokus mempersiapkan materi ajar secara daring untuk anak-anak. Musibah ini memang berat, tetapi pembelajaran tidak boleh berhenti. Para guru saat ini sedang sibuk menyusun bahan ajar yang bisa disampaikan lewat platform digital agar anak-anak tetap bisa mengikuti kurikulum,” ungkap Herni dengan nada optimis namun penuh haru, Rabu (15/7).
Diakui musibah kebakaran ini tentu menjadi pukulan yang sangat berat bagi kami semua, kehilangan fasilitas dan tempat bernaung. Namun, pihaknya tetap berkomitmen proses edukasi dan masa depan anak-anak tidak boleh berhenti total. Para guru saat ini sedang berkoordinasi intensif menyusun bahan ajar digital agar anak-anak tetap bisa mengejar kurikulum yang berjalan.
Terkait dengan peristiwa kebakaran itu sendiri, garis polisi masih tampak terpasang di sekitar puing-puing bangunan sekolah guna kepentingan penyelidikan. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama atau pemicu awal dari kobaran api yang menghanguskan fasilitas pendidikan tersebut.
Pihak sekolah memilih untuk menyerahkan sepenuhnya proses investigasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) kepada aparat kepolisian, sembari fokus mereka dialihkan seratus persen pada pemulihan mental dan pemenuhan kebutuhan akademik para siswa.
Kendati harus dihadapkan pada tantangan berat berupa keterbatasan perangkat, hilangnya dokumen-dokumen penting sekolah, serta ruang kerja yang terbatas, semangat gotong royong ditunjukkan oleh para guru SD YPK Yoka Baru.
Pihak sekolah juga terus membangun komunikasi yang intens dengan para orang tua murid agar memberikan pendampingan ekstra kepada anak-anak di rumah selama masa transisi pembelajaran daring ini.
Sembari menanti kebijakan dan bantuan pemulihan infrastruktur dari Dinas Pendidikan serta pihak yayasan, ruang-ruang virtual kini menjadi saksi bisu perjuangan para guru Yoka Baru dalam menjaga nyala api pendidikan di Kota Jayapura. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Meski sama-sama gagal melangkah ke final, duel ini diprediksi tetap berlangsung sengit. Prancis ingin menutup…
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar mengoptimalkan penggunaan…
Aksi ini dilakukan pasca-sidang lanjutan gugatan terhadap Bupati Merauke terkait rencana pembangunan jalan akses…
Sejumlah pejabat teras Polri turut mendampingi Fadil, di antaranya Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.…
Menurut Setyo, pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama karena dinilai lebih efektif dalam membangun tata…
Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…