Categories: METROPOLIS

Pemkot Diminta Bangun Pasar Bagi Pedagang di Exspo dan Perumnas III

Mama-mama Papua yang berjualan di sekitaran Perumnas III untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan hidup mereka tanpa menggunakan atap maupun tempat yang layak, Kamis, (16/5).( FOTO : Noel/Cepos)

JAYAPURA – Sejumlah mama- mama pedagang Asli Papua yang berjualan di persimpangan jalan Perumnas III waena putaran taxi Ekspo berharap Walikota Jayapura memberi perhatian pembangunan pasar bagi mereka.

Dua pasar itu  bertepatnya sekitar 1 meter dari badan jalan utama tersebut sudah sangat berdampak, karena mama mama harus berjualan dengan menghirup udara kotor dari kendaraan dan juga debu sehingga bisa membahayakan kesehatan mereka.

“Anak sampai saat ini pasar ini pemerintah tidak perhatikan kita, tidak berikan kami tempat yang layak kalau mereka bongkar jalan coba mereka bikin jalan kasih rata di tempat jualan kami,” kata penjual sayur Lanny di Perumnas tiga Kamis (16/5).

Ia berpendapat dirinya dan beberapa mama-mama Papua yang berjualan tanpa ada tenda atau tempat yang layak seharusnya sudah menjadi perhatian pemerintah karena berada di tengah kota tapi terkesan pemerintah Kota tutup mata.

“Itu orang-orang pemerintah selalu lewat sini dan lihat kami di pinggir jalan tapi mereka pikir apa tidak untuk bisa tolong kami membangun pasar,” Tanyanya.

Ditempat terpisah, Sekertaris Solidaritas Pedagang Asli Papua Natan Tebay menegaskan, pemerintah tidak bisa memfokuskan pembangunan Pasar kepada masyarakat yang didominasi masyarakat bukan asli Papua saja.

” Mama- mama kita mereka ini orang asli Papua yang sudah selayaknya harus diperhatikan oleh Walikota Jayapura yang juga merupakan anak asli Papua jadi jangan bangun pasar yang dihanya didominasi oleh non Papua sementara yang asli Papua harus berjualan dipinggir jalan dimana hati nurani kita sebagai pejabat orang Papua,” katanya.

Dia berharap melihat Mama yang berjualan dipinggiran jalan yang harus berhadapan dengan debu asap kendaraan sudah harus menjadi perhatian pemerintah provinsi maupun kota Jayapura.

” Saya kira pasar seperti di Exspo waena harus pemerintah malu karena itu jalan masuk jadi harus diarahkan mereka untuk membangun pasar yang baik,” ujarnya, (oel/gin).

newsportal

Recent Posts

Gara-gara Tanah Dulang, Seorang Pria Tewas Dikeroyok 

   Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…

27 minutes ago

Perkuat Pengawasan Telur Anpu, Pemprov Siapkan  Surat Edaran Baru

Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…

1 hour ago

RDP Panja Pelayanan Publik Tak Dihadiri Pihak DLHK

   Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…

2 hours ago

Realisasi Fisik PUPR Papua Hampir 70 Persen

  Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…

3 hours ago

500 Kendaraan Terjaring Operasi Patuh DLHK

  Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…

4 hours ago

Akhiri Antrean BBM, DPRP Beri Deadline Pertamina

DPR Papua memberi deadline atau batas waktu selama satu pekan kepada PT Pertamina Patra Niaga…

5 hours ago