Categories: METROPOLIS

Pleno Kota Selesai, Bawaslu Temukan Banyak Kejanggalan.

Anggota Polisi saat mengawal kotak suara Kota Jayapura yang hendak dibawa ke Grand Abe untuk rekapitulasi tingkat Provinsi, Kamis (16/5)( FOTO : Elfira/Cepos)

Pemilih Lebih dari Jumlah DPT-

JAYAPURA- Bawaslu Kota Jayapura temukan adanya indikasi pemindahan suara dari satu Caleg ke Caleg lainnya  yang terjadi di semua Distrik di Kota Jayapura pada Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019.

Ketua Bawaslu Kota Jayapura Frans  Rumsarwir menyebutkan, pemindahan suara dari satu Caleg ke Caleg lainnya paling besar ditemukan di Distrik Heram. Dimana pihaknya menemui jumlah surat suara di Distrik heram sebanyak 70 ribu melebihi jumlah Daftar Pemilihan Tetap (DPT). 

Menurut dirinya, hal tersebut sangat tidak wajar. Sementara partisipasi pemilih di Distrik Heram sendiri hanya berkisar 23 ribuan dari jumlah DPT yang ada. Sehingga itu, dirinya menganggap  hasil Pleno Distrik Heram tidak wajar.

“Bawaslu keberatan menerima hasil  pleno mereka ditingkat Distrik, secara aturan jelas ini tidak sesuai dengan mekanisme dalam  penghitungan rekapitualsi itu sendiri,” ucap Frans yang ditemui di Hotel Aston usai Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat Kota Jayapura, Kamis (16/5).

Terkait hal ini, Bawaslu Kota Jayapura sendiri merekomendasikan kepada Bawaslu Provinsi terkait dengan penyelesaiannya mekanismenya seperti apa kedepan.

“Penggelembungan suara memperlambat proses tahapan pemilu itu sendiri, ini menjadi kajian Bawaslu. Kami sudah  memamnggil hampir seluruh PPD di Distrik se Kota Jayapura untuk dimintai keterangannya dan memberikan kejelasan terhadap keterlambatan hasil rekapitulasi yang menyebabkan  juga keterlambatan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kota,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Jayapura Oktavianus Injama mengaku pihaknya mempercepat  pleno lantaran sudah ditegur oleh KPU Provinsi Papua. Meskipun itu terdapat beberapa masalah yang terjadi.

Menurutnya, yang bermasalah terjadi di tingkat DPR Kota baik itu di Jayapura selatan, Jayapura Utara, Abepura serta Heram.

“Adanya permasalahan lantaran terjadi penggelembungan jumlah pemilih yang melebihi jumlah DPT,” pungkasnya. (fia/gin).

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

11 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

19 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

20 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

22 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

23 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

24 hours ago