Menurutnya, akibat kondisi jalan yang hampir sebagian sisinya sudah longsor itu sehingga menyebabkan penyempitan pada badan jalan. Kondisi itu juga kemudian menyebabkan seringkalinya terjadi kecelakaan lalu lintas, bahkan pernah sekali kendaraan atau mobil guru bertabrakan dengan pemotor.
“Jadi sering terjadi tabrakan di situ, karena penyempitan jalan,”ungkapnya. Pihaknya berharap kepada pemerintah atau instansi yang bertanggung jawab untuk mengatasi persoalan itu, apakah itu balai wilayah sungai atau Dinas PUPR Kota Jayapura, atau Dinas PUPR Provinsi, supaya bisa memperhatikan jalan tersebut. Karena itu merupakan jalan satu satunya akses menuju SMKN 8.
“Saya sendiri sudah pernah turun langsung ke bawah dan posisi aspal jalan sudah menggantung, di bawahnya sudah longsor. Saya sudah mengirim gambar ke balai sungai berkali kali, tapi sampai saat ini belum direspon. Kami mulai menyurati mereka sejak 2022 sampai saat ini belum ada respon,”tambahnya.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Jayapura menunjukkan…
Pemerintah Kabupaten Keerom berkomitmen untuk melakukan pembersihan internal terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti…
Aksi demo yang digalang oleh beberapa organisasi mahasiswa Papua Pegunungan untuk menolak militer non organik…
Polres Mimika memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 155,64 gram pada Senin, (27/4). Kristal…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC). Jhon Tabo, SE, M.B.A mengakui Musrenbang tingkat Provinsi Papua Pegunungan…