Categories: METROPOLIS

Dapat 544 Kg Dalam 45 Menit

Aksi bersih sampah di muara Kali Kampwolker yang berhubungan langsung dengan Danau Sentani yang dilakukan oleh Komunitas Earth Hour Jayapura bersama komunitas lingkungan lainnya di Jayapura, Ahad (16/2). Dalam 45 menit berhasil dikumpulkan 544 Kg Sampah. ( FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Persoalan  sampah di Kota Jayapura erat kaitannya dengan habbit atau kebiasaan. Ini bisa dilihat dari banyaknya sampah yang berceceran dan tak semua masuk ke tempatnya. Dikaitkan dengan kebiasaan karena jika sampah tersebut dibuang pada tempatnya tentu tidak ada yang berserakan bahkan masuk ke danau atau kali akibat terbawa hujan. 

 Ini juga yang terlihat dar grebek sampah yang dilakukan Earth Hour Jayapura bersama komunitas lingkungan di Jayapura dengan membersihkan muara Kali Kampwolker, Ahad (16/2) dimana dalam waktu 45 menit berhasil dikumpulkan 544 Kg sampah berbagai jenis. Sampah terbanyak adalah sampah plastik namun sampah terberat justru botol kaca. Disinyalir lokasi ini juga dipakai untuk mabuk-mabukan. “Ini sebenarnya  masih ada rangkaian dengan hari kasih sayang namun kami ambil di 16 Februari dan bentuknya memberi perhatian untuk lingkungan.  Kami pikir ini bagian dari bentuk menyayangi  lingkungan,” kata Theresia, salah satu pengurus Earth Hour Jayapura. 

 Kegiatan grebek sampah ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Hj Ketty Kailola termasuk Lurah Waena, Kundrat Tukayo yang menunjukkan titik-titik berkumpulnya sampah. “Sumber sampahnya  semua masih dari aras. Dari Perumnas hingga Kampwolker, kami segera menyiapkan satu program yang bisa memberi penyadaran pelan-pelan,” kata Kundrat. “Saya ingin warga belajar memilah dan kalau ini sudah dilakukan maka akan mudah penanganannya,” jelasnya. Begitu juga disampaikan Ketty Kailola yang menganggap kebiasaan nyampah harus sudah ditinggalkan. 

 “Kalau selalu mengandalkan petugas tentu sulit sebab tenaga juga terbatas. Harusnya masyarakat belajar merubah kebiasaan. Masak harus terus diingatkan,” sindirnya.  Kegiatan 45 menit ini sampah tak biasa juga banyak ditemukan mulai dari tas anak sekolah, helm, saringan udara mobil hingga sleeping bag yang biasa digunakan untuk camping. “Kegiatan ini tak berhenti disini, kami akan berkolaborasi dengan dinas untuk agenda serupa lainnya,” imbuh Theresia. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Kebakaran di Dok IX, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…

3 hours ago

Serapan APBD Baru 45 Persen, Pimpinan OPD Diwarning

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…

4 hours ago

OPD Kolektor Harus Kejar Target PAD Rp313 Miliar

  Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…

5 hours ago

Papua Jaga Inflasi 3,5 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru

   Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…

6 hours ago

Pemkot Buka Seleksi Tiga Jabatan Kepala OPD

   Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…

7 hours ago

Ditemukan dengan Kondisi Kurus Setelah 20 Hari Bertahan

Meski tak menceritakan secara detail bagaimana proses korban bisa melarikan diri atau diamankan dari pihak…

8 hours ago