

Tri Rismaharini, Menteri Sosial saat menyalurkan bantuan kepada Perwakilan Keuskupan Jayapura, di BBPPKS Jayapura, Kamis (13/12). (FOTO:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Papua, berupa mobil, alat kantor dan ternak Babi. “Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Tri Rismahirini kepada masing-masing perwakilan tokoh gereja, di Kantor BBPPKS Jayapura, Kamis (13/12).
Adapun jenis bantuan yang diserahkan kepada tokoh Gereja seperti GKI, GIDI, Keuskupan Jayapura, dan Gereja Kingmi, yakni 20 ekor babi, Peralatan kantor ATK, infocus, AC, PC, Laptop, dan empat unit 4 mobil.
“Kenapa bantuan ini kita titipkan dengan gereja, karena biasanya hubungan masyarakat dengan gereja itu sangat dekat, jadi untuk mempermudah penyaluran bantuan kepada masyarakat, maka kami gandeng gereja,” ujarnya.
Hal itupun lanjutnya telah terbukti, dimana beberapa kali Kemensos menyalurkan bantuan ke daerah terpencil di Papua. Melalui pendekatan gereja, bantuan itu dengan mudah disalurkan kepada masyarakat.
“Beberapa waktu lalu, kami salurkan bantuan ke Andagume melalui gereja, itu cepat sekali, sehingga melihat itu kami pun berinisiatif gandeng gereja untuk titipkan bantuan ini,” terangnya.
Dikatakan gereja akan dijadikan seperti lumbung sosial Kemensos. Jika setiap ada kejadian bencana alam di Papua segala bentuk bantuan dari Kemensos akan disalurkan melalui gereja.
Page: 1 2
Ia juga meminta para kepala daerah untuk turun langsung ke lapangan apabila terjadi bencana. Menurutnya,…
Hasil ini mengukuhkan Persido Dogiyai sebagai juara Grup A dengan koleksi 7 poin, sementara Persemi…
Terkait ini Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP)…
Berdasarkan keterangan medis, luka tembak masuk dari bawah telinga kanan dan keluar di bagian bawah…
Fakta ini menunjukkan bahwa korupsi kepala daerah bukan persoalan yang terjadi di satu wilayah tertentu…
"Kita memiliki karunia besar dari yang Mahakuasa, bahwa kita nanti mampu. Kebutuhan BBM kita bukan…