“Bayangkan mereka jadi petugas parkir yang menjaga sampai larut malam dan yang paling bahaya lagi dampak lingkungan malam yang takutnya akan menjerumuskan mereka ke hal-hal negatif seperti miras, merokok, ganja, ngelem dan yang lainnya,” tuturnya.
Untuk itu Pemkot lewat OPD terkait seperti Dinas Perhubungan di sektor Parkir dan Satpol PP harus bisa merespon persoalan ini.
“Kalau bisa bapa Walikota perintahkan Satpol PP untuk melakukan pengawasan dan penertiban, karena saya yakin ada orang lain di belakang anak-anak ini, seperti sistem bagi hasil,” pungkasnya.
Pemkot juga perlu ambil langkah pendekatan persuasif, apa yang membuat anak-anak ini bisa turun ke jalan.
“Memang harus ada pendekatan, kita telusuri apa alasan mereka bisa jadi Juru Parkir, jadi ada langkah yang sifatnya lebih persuasif sehingga anak-anak ini bisa diselamatkan,” tuturnya.
Selain itu juga perlu ada kesadaran dari orang tua, untuk memastikan anak-anak itu tidak dijadikan alasan untuk ikut mencari uang apalagi sebagai tukang parkir. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…