“Bayangkan mereka jadi petugas parkir yang menjaga sampai larut malam dan yang paling bahaya lagi dampak lingkungan malam yang takutnya akan menjerumuskan mereka ke hal-hal negatif seperti miras, merokok, ganja, ngelem dan yang lainnya,” tuturnya.
Untuk itu Pemkot lewat OPD terkait seperti Dinas Perhubungan di sektor Parkir dan Satpol PP harus bisa merespon persoalan ini.
“Kalau bisa bapa Walikota perintahkan Satpol PP untuk melakukan pengawasan dan penertiban, karena saya yakin ada orang lain di belakang anak-anak ini, seperti sistem bagi hasil,” pungkasnya.
Pemkot juga perlu ambil langkah pendekatan persuasif, apa yang membuat anak-anak ini bisa turun ke jalan.
“Memang harus ada pendekatan, kita telusuri apa alasan mereka bisa jadi Juru Parkir, jadi ada langkah yang sifatnya lebih persuasif sehingga anak-anak ini bisa diselamatkan,” tuturnya.
Selain itu juga perlu ada kesadaran dari orang tua, untuk memastikan anak-anak itu tidak dijadikan alasan untuk ikut mencari uang apalagi sebagai tukang parkir. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, timnya masih memiliki celah dalam melakukan transisi menyerang-bertahan. Sehingga ia ingin membenahi dua situasi…
Beberapa rangkuman perjalanan KONI Papua sepanjang tahun 2025, yakni penguatan fondasi melalui perekrutan atlet. KONI…
Haris menjelaskan, khusus untuk persoalan TPP ASN, hal tersebut telah dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menjelaskan bahwa tidak adanya pembayaran TPP pada tahun 2025 disebabkan karena…
Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus,…
‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di…