

Takim/Cepos Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru saat menerima aspirasi warga di halaman kantor wali kota, Senin (13/10).
Pemerintah Tetap Komit Layani Aspirasi Warga
JAYAPURA — Antusiasme masyarakat terhadap program unggulan Pemerintah Kota Jayapura, “Torang Tanya Wali Kota Jawab”, mulai menunjukkan penurunan dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, pemerintah kota menegaskan komitmennya untuk tetap membuka ruang dialog dan melayani aspirasi masyarakat setiap hari Senin pagi di halaman Kantor Wali Kota Jayapura.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan bahwa program yang telah berjalan sejak Maret 2025 ini tetap menjadi wadah utama bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun masukan langsung kepada pimpinan daerah dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Program Torang Tanya Wali Kota Jawab sudah berjalan sejak Maret 2025. Di bulan pertama ada sekitar 40 warga yang datang, April sekitar 30 orang, begitu juga Mei hingga Juli,” ujar Rustan Saru usai menerima aspirasi masyarakat di halaman kantor wali kota, Senin (13/10).
“Namun di Agustus dan September menurun menjadi sekitar 10–15 orang, dan dua minggu terakhir Oktober rata-rata di bawah 10 orang,” lanjutnya.
Rustan menilai, penurunan jumlah peserta justru dapat diartikan positif. Menurutnya, banyak persoalan warga yang telah tertangani sehingga kebutuhan untuk menyampaikan keluhan langsung semakin berkurang.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…