Lase menegaskan tujuan utama pendidikan inklusif adalah memberikan kesempatan pendidikan yang merata, agar tidak ada anak yang tertinggal. Ia berharap para guru mampu mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh agar kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus dapat diakomodasi dengan baik di sekolah masing-masing.
“Pendidikan inklusif adalah tanggung jawab bersama, melibatkan empat elemen utama, yaitu siswa, orang tua, warga sekolah, dan tenaga profesional,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tonggak awal bagi YPPK dalam mewujudkan sekolah-sekolah yang ramah terhadap semua anak, tanpa terkecuali. Semoga dengan kegiatan ini, maka perkembangan YPPK dalam menerapkan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus semakin baik,” pungkasnya (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Jayapura menunjukkan…
Pemerintah Kabupaten Keerom berkomitmen untuk melakukan pembersihan internal terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti…
Aksi demo yang digalang oleh beberapa organisasi mahasiswa Papua Pegunungan untuk menolak militer non organik…
Polres Mimika memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 155,64 gram pada Senin, (27/4). Kristal…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC). Jhon Tabo, SE, M.B.A mengakui Musrenbang tingkat Provinsi Papua Pegunungan…