Categories: METROPOLIS

Pantai Holtekamp Jadi Tempat Wisata Paling Kotor di Jayapura

JAYAPURA– Potensi sektor pariwisata di Kota Jayapura hingga kini masih menjanjikan. Hanya sayangnya belum ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tergarap signifikan dari sektor ini. Selain itu lokasi wisata juga belum 100 persen memberikan kenyamanan. Adanya retribusi yang muncul secara mendadak dan juga persoalan sampah yang tak selesai-selesai.

   Dan satu lokasi yang paling banyak dihujani sampah adalah Pantai Holtekamp. Disini sampah seakan tak habis-habisnya.Jika hari ini dibersihkan maka dipastikan beberapa hari ke depan sepanjang bibir pantai akan kembali di penuhi sampah. Selalu seperti itu.

  “Dari hasil grebek sampah yang kesekian kalinya ternyata pantai ini memang sangat kotor. Bersih sedikit besoknya langsung kotor. Begitu terus,” kata Rahmatullah, Koodinator Rumah Bakau Jayapura usai kegiatan, Sabtu (12/4).

  Ia menyampaikan dari kegiatan pembersihan tadi ia dan tim berhasil mengumpulkan sebanyak 42 kantong sampah dengan berat 548 Kg. “Tapi jumlah ini diperoleh dengan jarak hanya sekitar 200 meter. Memang sampahnya banyak sekali, mungkin karena air naik sampai ke bibir pantai,” imbuhnya.

  Selain itu hal lain yang dianggap tidak nyaman adalah muncul retribusi – retribusi dadakan. “Ini juga yang akhirnya membuat kami malas untuk masuk ke teluk (Teluk Yotefa), belum apa-apa sudah dimintai uang. Tadi kami hanya sejenak berhenti dan parkir di pinggir jalan dan saat mau jalan eh dimintai uang satu motor Rp 5 ribu,” beber Rahmatullah.

  “Sebenarnya bukan soang berapa yang dibayarkan selama jika itu masuk ke PAD. Tapi terkesan seperti pungutan lian. Kami berfikir jangan-jangan mereka juga yang bangun jalan hingga kami bisa berada sampai disini,” singgungnya.

   Ia berharap hal-hal ini bisa ditertibkan atau diatur sehingga tidak menimbulkan rasa ketidaknyamanan bagi pengunjung. “Kalau pajaknya atau retribusinya jelas tentu kami tidak masalah, asal jangan dibuat seolah-olah ini pungli apalagi seperti kena palak. Sangat tidak nyaman dan bisa – bisa pengunjung akhirnya malas juga datang,” tutupnya. (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Miris, di Muara Tami Seorang Bocah SD Disetubuhi Ayah Tiri

Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…

20 hours ago

Tangani 1.572 Kasus, 11 Markas KKB Diduduki

Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…

21 hours ago

Viral Truk Sampah Diduga “Bermain” BBM

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…

22 hours ago

Tersangka Sakit, Kasus Ibu Bakar Anak Dibantarkan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…

23 hours ago

7 Kebiasaan Setelah Makan yang Ternyata Kurang Baik untuk Kesehatan

Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…

1 day ago

Biaya Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Capai Rp30 Juta/Orang

Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…

1 day ago