

Tumpukan sofa yang dibakar oleh salah satu anak ondoafi di Waena pada Minggu (11/8). Pembakaran ini dilakukan di depan toko penjual minuman keras sebagai bentuk kekesalan karena banyaknya orang mabuk di Perumnas III Waena. (Agus For Cepos)
JAYAPURA – Sebuah aksi yang jarang dilakukan terlihat di Jalan Perumnas III Waena, Minggu (11/8) sore. Seorang anak Ondoafi, Agus Irianto Khambu menyalakan api di depan sebuah toko minuman keras sebagai tanda protes sekaligus peringatan.
Ia kesal dengan aktifitas di sekitar toko tersebut, dimana setiap hari selalu saja ada orang yang mabuk dan membuat resah warga sekitar. Sebagai anak pemilik ulayat tempat dimana toko tersebut berdiri iapun meluapkan bentuk protesnya dengan membakar dua sofa tepat di depan toko.
“Itu di depan Toko Papua dan ini bentuk protes saya sebagai anak adat. Toko ini berdiri di atas wilayah adat kami dan ayah saya adalah salah satu ondoafi di Waena,” ujar Agus Khambu melalui ponselnya. Ia menceritakan setiap waktu selalu saja ada yang mabuk dan mengganggu warga.
Ia tak setuju dengan tindakan para pemabuk ini dan menganggap satu pemicunya adalah karena ada toko penjual miras tersebut. “Ini hari Minggu, harusnya orang ibadah tapi pas lewat dan rasa risih karena saudara – saudara saya masih berkumpul mabuk semua di situ. Dulu malah istri saya juga dipalak dan selalu begitu,” ceritanya.
Page: 1 2
Otoritas gereja Katolik tersebut menyatakan menerima laporan mengenai lonjakan korban jiwa, pengungsian massal, kerusakan fasilitas…
Tim kolaborasi film menyatakan sejak awal seluruh dana tiket sukarela memang diperuntukkan bagi warga yang…
Gaya hidup sedentari merujuk pada pola hidup dengan sangat sedikit aktivitas fisik sepanjang hari. Kemajuan…
Plak. Anak panah menancap tepat di lingkaran sasaran. Di sisi lapangan, tepuk tangan langsung pecah.…
Ia menyimpulkan bahwa ada sebuah kesadaran dan gerakan yang harus dilakukan dan itu dimulai dari…
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…