

Bangunan sekolah SMA PGRI di Perumnas III Waena, Rabu (12/7). SMA PGRI terancam mengalami krisis siswa.(FOTO: Robert Mboik/Cepos)
Tahun ini Target 4 Kelas, Siswa Baru Hanya 20 Orang
JAYAPURA-SMA PGRI dan SMA Korpri yang ada di Perumnas 3, Waena Kota Jayapura, keberadaannya kini terancam krisis siswa karena jumlah siswa yang mendaftar di sekolah itu terus berkurang. Bahkan tahun ini jumlah siswa baru yang mendaftar hanya 20 siswa dari target empat kelas yang tersedia. Biasanya sesuai aturan dapodik, jumlah maksimal siswa dalam satu kelas mencapai 32 siswa.
“Sebenarnya harapan kami itu di sini membuka 4 kelas, namun di sekolah ini peminat masyarakat cukup minim. Padahal tenaga kami cukup mumpuni. Kami ada 18 ASN, dan rata-rata semua sudah S1 bahkan ada yang S2 dan S3 di tempat ini. Hanya image masyarakat di tempat ini masih negatif,” ungkap kepala SMA PGRI Kota Jayapura, Parjan kepada kepada Cendrawasih Pos, Rabu (12/7).
Dia menjelaskan, Image negatif itu dalam konteks persoalan tanah sekolah yang belum diselesaikan dengan pihak pemilik ulayat. Karena itu pihaknya berharap ada perhatian dari Pemerintah Kota Jayapura terutama Dinas Pendidikan untuk memberikan solusi terkait persoalan ini.
“Harapannya ada perhatian dari Pemerintah Kota Jayapura untuk membantu kami, supaya masalah tanah ini selesai, dengan begitu kami bisa bertumbuh dan berkembang bersama sekolah-sekolah lain dengan baik,” jelasnya.
Saat ini jumlah keseluruhan siswa yang masih mengenyam pendidikan di sekolah itu ada 80 siswa ditambah 20 siswa baru, sehingga ada 100 siswa yang sedang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. Tahun ini sekolah itu juga telah meluluskan sebanyak 70 siswa.
Pihaknya juga masih membuka peluang bagi siswa-siswi baru yang hendak mendaftar di sekolah tersebut.
“Harapannya masih ada siswa yang mendaftar karena kami masih membuka peluang bagi siswa-siswi baru dan juga masyarakat yang masih mau bergabung bersama kami,”pungkasnya.(roy/nat)
Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…