“Kami juga turut perhatian dengan kondisi pasar Youtefa dan Otonom. Pedagang-pedagang yang jual di luar (di jalan) itu kan sangat menganggu aktivitas lalulintas,” kata Yusran kepada Cenderawasih Pos, Selasa (11/2).
Pada rapat bersama dengan Dinas Perindagkop pekan lalu, Yusran mengatakan bahwa pihaknya sempat singgung mengenai masalah itu dan tinggal tunggu tindakan dari Pemkot saja untuk kembali menertibkan para pedagang itu.
“Karena dari Disprindakop juga sudah merasa enek dan bosan juga melihat itu. Sudah lama menyuratkan itu untuk ditertibkan namu pedagangnya tidak mau merespon,” ungkapnya.
Ketua komisi C itu membantah jika ada retribusi Rp 10 per hari dari para pedagang untuk Pemkot. Ia mengatakan informasi itu tidak benar adanya, itu hanya pengakuan dari oknum pedagang tertentu saja.
Oleh karena itu, Yusran berharap pemerintah Kota melalui dinas terkait untuk segera menertibkan para pedagang ini, karena jika dibiarkan maka kota Jayapura akan terlihat kumuh, semerawut dan penuh dengan sampah bekas jualan para pedagang.
“Saya harap Pemkot turunkan Satpol-PP untuk menertibkan ini, biarkan kota ini terlihat cantik, indah dan rapi,” pungkasnya. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Suster Yosephin Temelap mengatakan, api muncul dengan cepat diduga dari area dapur. Saat itu aktivitas…
Pemerintah Provinsi Papua menyatakan produksi telur ayam di empat kabupaten kini telah melampaui kebutuhan harian…
Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., Uskup…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…