Categories: METROPOLIS

Waspadai Potensi Radikalisme dan Intoleransi

JAYAPURA-Upaya untuk mencegah dan menanggulangi radikalisme serta intoleransi di kalangan personel Polri,  Polda Papua menggelar kegiatan pembinaan   di Ballroom lantai 1 Hotel Horizon Jayapura pada Senin (9/10).

  Kegiatan ini dipimpin oleh Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Alfred Papare, dan dihadiri oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Papua serta personel Polda Papua. Alfred Papare menggarisbawahi pentingnya pemahaman tentang radikalisme sebagai paham yang berupaya mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara yang bertentangan dengan aturan.

  Ini biasa dilakukan dengan mempengaruhi cara berpikir generasi muda. Karenanya perlu sikap antisipatif dan memahami sejak awal model atau pola yang ditumbuhkan kelompok-kelompok tertentu. Ia juga mencatat bahwa radikalisme seringkali berakar dari kelompok agama tertentu.

  “Kegiatan ini dimaksudkan agar kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik, baik dari segi agama maupun perspektif pemerintah, sehingga materi yang disampaikan dapat memberikan dampak positif pada anggota,” kata Irwasda.

  Selain itu, Irwasda juga mengingatkan para Kasubag Renmin (Kasubag Pembinaan) untuk memantau anggota di setiap satuan kerja agar materi yang diberikan dalam kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan anggotanya. Ia menyampaikan bahwa tindakan intoleransi dan radikalisme bisa muncul secara perlahan dan mengarah pada tindakan terorisme jika tidak diantisipasi.

  “Kelompok-kelompok yang berpotensi radikal pasti akan muncul, dan lambat laun sikap intoleransi mereka akan berkembang menjadi radikalisme, bahkan bisa berujung pada tindakan terorisme, ini yang harus diperhatikan. Sebelum tumbuh itu sudah dideteksi,” paparnya.

  Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan dianggap sangat penting terutama bagi para pembinaan, agar mereka dapat membantu pimpinan dalam mendeteksi gejala-gejala yang mengarah ke arah tersebut.

   Irwasda menutup sambutannya dengan harapan agar semua pihak dapat bersama-sama mencegah penyebaran paham radikalisme khususnya di kalangan personel Polda Papua. “Stabilitas keamanan daerah patut dijaga dan itu menjadi satu tanggungjawab polri,” tutupnya. (ade/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

2 hours ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

3 hours ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

3 hours ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

4 hours ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

4 hours ago

Bekerja Bukan Lagi Soal Ideal, Tapi Kebutuhan yang Tak Bisa Ditunda

Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…

5 hours ago