

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri bersama Irwasda Polda Papua Kombes Pol Alfred Papare ketika menaiki speed boat di Dermaga Polair Polda Papua, Selasa (7/6) lalu. (FOTO: Gamel/Cepos)
JAYAPURA-Upaya untuk mencegah dan menanggulangi radikalisme serta intoleransi di kalangan personel Polri, Polda Papua menggelar kegiatan pembinaan di Ballroom lantai 1 Hotel Horizon Jayapura pada Senin (9/10).
Kegiatan ini dipimpin oleh Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Alfred Papare, dan dihadiri oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Papua serta personel Polda Papua. Alfred Papare menggarisbawahi pentingnya pemahaman tentang radikalisme sebagai paham yang berupaya mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara yang bertentangan dengan aturan.
Ini biasa dilakukan dengan mempengaruhi cara berpikir generasi muda. Karenanya perlu sikap antisipatif dan memahami sejak awal model atau pola yang ditumbuhkan kelompok-kelompok tertentu. Ia juga mencatat bahwa radikalisme seringkali berakar dari kelompok agama tertentu.
“Kegiatan ini dimaksudkan agar kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik, baik dari segi agama maupun perspektif pemerintah, sehingga materi yang disampaikan dapat memberikan dampak positif pada anggota,” kata Irwasda.
Selain itu, Irwasda juga mengingatkan para Kasubag Renmin (Kasubag Pembinaan) untuk memantau anggota di setiap satuan kerja agar materi yang diberikan dalam kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan anggotanya. Ia menyampaikan bahwa tindakan intoleransi dan radikalisme bisa muncul secara perlahan dan mengarah pada tindakan terorisme jika tidak diantisipasi.
“Kelompok-kelompok yang berpotensi radikal pasti akan muncul, dan lambat laun sikap intoleransi mereka akan berkembang menjadi radikalisme, bahkan bisa berujung pada tindakan terorisme, ini yang harus diperhatikan. Sebelum tumbuh itu sudah dideteksi,” paparnya.
Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan dianggap sangat penting terutama bagi para pembinaan, agar mereka dapat membantu pimpinan dalam mendeteksi gejala-gejala yang mengarah ke arah tersebut.
Irwasda menutup sambutannya dengan harapan agar semua pihak dapat bersama-sama mencegah penyebaran paham radikalisme khususnya di kalangan personel Polda Papua. “Stabilitas keamanan daerah patut dijaga dan itu menjadi satu tanggungjawab polri,” tutupnya. (ade/tri)
Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di…
Kendaraan-kendaraan itu ada yang dimodifikasi dengan tangki dengan ukuran besar dari ukuran standar. Operasi penertiban…
“Untuk pembentukan OPD yang baru, sudah pernah kita ajukan berdasarkan analisis kebutuhan kelembagaan yang dilakukan…
Ricky Cawor resmi kembali bergabung dengan tim Persipura Jayapura untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim…
Seluruh identitas pengemudi serta korban yang merupakan satu keluarga kini telah teridentifikasi secara pasti.…
Mantan pemain PSBS Biak itu memiliki tekad besar untuk bisa mempersembahkan prestasi bagi tim kebanggaan…