Categories: METROPOLIS

Banyak Orang Sudah Meninggal Masih Terdata Sebagai Pemilih

Terungkap dari Hasil Raker Komisi A dan KPU Kota Jayapura Terkait DPS 

JAYAPURA-Menjelang tahapan penetapan daftar pemilihan tetap (DPT) di Kota Jayapura, Komisi A DPRD Kota Jayapura melaksanakan rapat kerja dengan Komisioner KPU Kota Jayapura, di Gedung DPRD, Selasa (10/9) kemarin.

  Sekretaris Komisi A, Yoan Alfredo Wanbitman mengatakan rakor tersebut untuk memastikan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang dikerjakan Pantarlih selama ini. Dari raker tersebut beberapa hal yang dipertegas Komisi A kepada Komisioner KPU salah satunya, terkait DPT pada pemilu 2024 yang telah meninggal dunia, namun sampai saat ini masih terdata sebagai DPS.

   Karena itu, pada Raker itu Komisi A meminta KPU untuk segera melakukan koordinasi dengan OPD terkait, dalam hal ini Dukcapil Kota Jayapura, agar DPT yang telah meninggal dunia ini tidak lagi masuk sebagai DPT pada pemilukada serentak 27 November 2024.

  “Selain data penduduk yang telah meninggal dunia, Kami juga mendesak KPU untuk koordinasi dengan Dukcapil terkait data penduk yang sudah pindah keluar daerah ataupun masih di Kota Jayapura, tapi sudah pindah alamat tinggal, sehingga saat pilkada nanti masyarakat tidak kewalahan mencari alamat TPS,” ujar Yoan.

   Dikatakan raker tersebut dilakukan berdasarkan laporan warga maupun temuan Komisi A di lapangan. Dimana di setiap Kelurahan/Kampung di Kota Jayapura ada warga yang telah meninggal dunia, namun pada saat pantarlilh turun ke TKP untuk melakukan pendataan, data warga ini masih tercantum di dalam DPT.

   Alasan KPU tidak menghapus data tersebut, karena mengacu data Dukcapil, dan setelah dikoordinasi, Dukcapil mengklaim bahwa tidak dapat menghapus data tersebut lantaran tidak memiliki bukti berupa surat kematian dari warga. Terkait hal itu, Komisi A meminta agar Dukcapil harus segera mengambil langkah konkret, sehingga data pemilih di Kota Jayapura betul betul rill berdasarkan jumlah penduduknya yang ada saat ini.

   Hal ini penting, karena siklus DPT di Kota Jayapura selama ini masih belum valid. Bahkan masalah ini sudah terjasi pada pemilu sebelumnya. Akibatnya masalah penggunaan data tanpa bertuanpun menjadi probelm yang tidak terpecahkan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

BTM: Pemekaran Papua Utara Menyatukan Harapan Masyarakat

   Daerah Otonom Baru (DOB) itu, kata dia, bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan…

15 hours ago

Jangan Tunggu Ada Keluhan Jantung, Biasakan Hidup Sehat dan Rutin Periksa

Dari senam bersama hingga pemeriksaan kesehatan, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua mengajak masyarakat lebih…

18 hours ago

​Bangunan Liar Marak, Satpol PP Diminta Tertibkan Fungsi Trotoar

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan, kerapian, dan keindahan wajah kota.…

1 day ago

Kasus Perjalanan Dinas DPRP Memanas

   Ketua Aliansi, Jansen Previdea Kareth, mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun,…

1 day ago

Anggaran Pemerintah Harus Tepat Sasaran dan Bermanfaat Nyata

  Menurut Rustan, DPR Kota Jayapura telah menetapkan APBD perubahan, sehingga diharapkan seluruh organisasi perangkat…

1 day ago

Penghubung KY Papua Dorong Mahasiswa Kawal Integritas Hakim

  Kegiatan dengan tema “Optimalisasi Peran Penghubung KY dalam Menjaga dan Menegakkan Integritas Hakim" tersebut…

1 day ago