Categories: METROPOLIS

Gunakan Dana Otsus, Capil Layani 14 Kampung

JAYAPURA– kepala dinas kependudukan dan catatan sipil kota Jayapura,  Raymond Mandibondibu mengatakan, hampir setiap tahun pihaknya mendapatkan alokasi dana otonomi khusus (Otsus) untuk menjangkau kampung-kampung guna melayani masyarakat yang belum memiliki Dokumen kependudukan.

“Masyarakat sangat antusias dengan pelayanan yang kami lakukan dengan turun langsung ke kampung-kampung,”kata Raymond Mandibodibo, Rabu (10/7) kemarin.

Dia mengatakan berbagai kendala dihadapi oleh masyarakat untuk menjangkau langsung kantor dinas kependudukan dan Catatan Sipil kota Jayapura.  Karena itu dengan pelayanan langsung dengan turun ke kampung-kampung tentu sangat membantu masyarakat dari sisi biaya atau waktu dan tenaga.

“Rp 500 juta dana yang diterima oleh dinas kependudukan Catatan Sipil  dialokasikan dari  dana otonomi khusus Papua.  Rp 500 juta ini dipakai untuk melayani pelayanan administrasi kependudukan,  semua warga kita di 14 kampung sekota Jayapura,”bebernya.

Dia mengatakan, untuk untuk membuka pelayanan di setiap Kampung pihaknya sudah memiliki jadwal,  biasanya pelayanan langsung ke kampung-kampung itu dilaksanakan setiap hari Sabtu.  Jatah kunjungan ini akan dibagi masing-masing setiap kampung dan terus didatangi oleh petugas Sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan.

  Sampai saat ini sudah ada 8 Kampung dari 14 yang harus dilayani.  Pihaknya menargetkan pelayanan langsung kepada masyarakat di kampung-kampung ini akan selesai Juli sampai Agustus nanti.

“Setiap hari Sabtu dalam jadwal tertentu, kita berkunjung ke setiap kampung, bergilir di 14 kampung,  untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan, bagi saudara-saudara kita. Itulah dana otsus yang Rp 500 juta itu yang kita pakai,” ungkapnya.

Dia mengatakan, melalui pelayanan langsung itu hampir semua dokumen kependudukan yang dibutuhkan masyarakat dilayani.  Mulai dari perekaman KTP elektronik,  kartu keluarga akte kelahiran dan beberapa dokumen penting lainnya yang menjadi kewenangan disdukcapil.

“Kita datang ke kampung itu seluruh dokumen yang dibutuhkan warga.  Sehingga biasanya dari pagi sampai sore dan banyak sekali,  yang kita temui dokumennya, akte kelahirannya,  tinggal sesuai alamat kemudian yang sudah kawin gereja, tetapi belum dicatatkan di pencatatan sipil. Semua pelayanan kita lakukan di sana,  sehingga pelayanan dari dana otsus ini betul-betul terasa oleh masyarakat,”tambahnya.(roy/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

1 day ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

1 day ago

TNI Tak Gentar Ancaman OPM

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…

2 days ago

Gubernur: Koreksi Total, Jangan Terulang Lagi!

  Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…

3 days ago

Utang Negara Capai Rp 10.000 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…

3 days ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

3 days ago