

Salah seorang warga Kampung Enggros, Orgenes Merauje saat menyampaikan aspirasi dalam Turkam walikota di Kampung Enggros, Selasa (10/6). (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA-Lemahnya pemerintah kampung dalam menjalankan tugas dan fungsinya melayani masyarakat, berdampak pada pelayanan publik yang kurang optimal. Hal ini juga berdampak kurangnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Salah seorang warga Kampung Enggros, Orgenes Merauje menyampaikan bahwa fenomena yang ada di Kota Jayapura saat ini adalah lemahnya tata kelola pemerintahan kampung yang menyebabkan banyak kesenjangan.
“Ketidakmampuan ini menyebabkan banyak hal, seperti masyarakat tidak diurus, kurangnya koordinasi dengan tiga tungku baik adat, agama dan pemerintahan, dan juga kurangnya pengetahuan aparatur yang dipercaya masyarakat untuk menata kampungnya,” ujar Orgenes di sela Turkam walikota di Kampung Enggros, Selasa (10/6).
Menurut Orgenes, selama ini pemerintah kampung cenderung jalan sendiri dan tidak melibatkan adat, agama dan elemen masyarakat lainnya.”Sebenarnya pokok persoalan ini tidak ada di tingkat kota, tetapi sumbernya ada di kampung-kampung yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan di daerah ini, khususnya masyarakat kampung,” ungkapnya.
“Jika aparat kampung ini bisa mengelola pemerintahan dengan baik, saya yakin dengan anggaran Rp 8 – 9 Miliar setiap kampung semua pelosok di daerah ini pasti cepat berkembang dan maju, namun faktanya tata kelola itu tidak jalan,” lanjutnya.
Menurut Orgenes, ketidakmampuan ini justru menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan di tingkat bawah serta penyimpangan. “Hal ini perlu dievaluasi dan menjadi catatan semua pihak, baik pemerintah tingkat atas maupun masyarakat yang punya hak untuk memilih kepala kampung di masing-masing wilayahnya,” ujarnya.
Orgenes berharap ada evaluasi menyeluruh kepada semua kepala kampung di Kota Jayapura khususnya terhadap pengelolaan anggaran yang begitu besar. “Yang menjadi pertanyaan kita, uang besar ini buktinya apa saja, dan apa sudah bermanfaat untuk masyarakat atau tidak, untuk itu semua harus dievaluasi,” tuturnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…
Fakhiri menyatakan mengetahui soal "permainan lama" tersebut. “Barang itu saya tahu, gubernur-gubernur terdahulu kan membuat…
Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut amanat Pasal 20 ayat (1)…
PAPAN demi papan dilepas perlahan. Genting-genting tua diturunkan dari atap yang mulai rapuh. Beberapa warga…
Ia menjelaskan, keberadaan personel BKO masih diperlukan untuk mendukung upaya pemulihan keamanan pasca konflik yang…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Ps Kasi Humas Ipda Andre MSB dikonfirmasi membenarkan laporan…