

Masyarakat adat Tobati Enggros saat memasang spanduk pemalangan di jalan masuk pantai Cibery, Senin (11/5). (Foto/Istimewa)
JAYAPURA – Kekecewaan mendalam menyelimuti masyarakat adat Tobati Enggros terkait ketidakpastian pembayaran ganti rugi hak ulayat oleh Pemerintah Provinsi Papua. Buntut dari janji yang tak kunjung terealisasi itu, pihak adat berencana melakukan aksi pemalangan di ruas jalan Ciberi-Holtekamp, Selasa (12/5) hari ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos pada, Senin (11/5), aksi ini dipicu oleh sisa pembayaran hak ulayat senilai Rp7 Miliar yang seharusnya dilunasi pada Desember 2025. Sebelumnya, diketahui pemerintah pusat telah mengucurkan dana sebesar Rp146 Miliar pada, September 2024 untuk penyelesaian tanah adat tersebut. Namun, masyarakat adat mengaku hanya menerima komitmen sebesar Rp45 Miliar, yang mana baru terbayar Rp38 Miliar.
Kepala Suku Semra, Steven Semra, selaku koordinator aksi, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan koordinasi dengan mendatangi Kantor Gubernur Papua, namun tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya.
“Kami merasa diabaikan. Pemerintah beralasan ada dualisme kubu di tengah masyarakat, padahal itu hanya alasan yang dibuat-ada. Kami sudah menunggu selama lima bulan sejak Desember 2025 tanpa ada tindak lanjut,” tegasnya di Holtekamp, Senin (11/5).
Sedianya aksi pemalangan direncanakan berlangsung pada Senin (11/5). Namun, setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut, Steven Semra mengonfirmasi bahwa aksi tersebut diundur ke hari esok guna melengkapi prosedur administrasi dan koordinasi internal.
“Aksi hari ini belum dilakukan karena kami masih akan melakukan pertemuan dengan pemuda Tobati Enggros dan secara resmi menyurat kepada Polresta Jayapura Kota terkait pemberitahuan aksi,” ujar Steven.
Page: 1 2
Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan audiens dengan Manajemen, Nakes dan honorer atau pegawai…
Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui…
Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 240 kilogram kepiting bakau kualitas premium diterbangkan ke Negeri Jiran…
Menurutnya, jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang tidak sebanding dengan jumlah steward yang disiapkan…
Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…
Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…