

Hartati Sofia Iwanggin (FOTO:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat akan menggelar tiga kali pasar murah di lokasi yang berbeda di Jayapura.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Papua, Hartati Sofia Iwanggin menerangkan, direncanakan pasar murah pertama akan digelar pada 17 Maret berlokasi di Kantor Perdagangan dan Perindustrian atau berhadapan dengan Masjid Al-Askar Bucen II Entrop.
Pasar murah kedua akan dilakukan di halaman Masjid Baiturrahim Kota Jayapura pada 20 Maret dan Pasar Murah ketiga akan digelar pada 24 Maret mendatang di Perumnas. “Kami gelar pasar murah di sekitar masjid karena sasarannya ke penerima manfaat, yaitu bagi umat muslim yang sedang menjalankan puasa dan menghadapi Lebaran,” ucap Hartati kepada Cenderawasih Pos, Senin (10/3).
Hartati menjelaskan, komoditas yang bakal dijual di pasar murah sesuai dengan arahan badan pangan nasional (Bapanas). “Yang kami sediakan sesuai dengan arahan Bapanas, kurang lebih enam jenis komoditas di antaranya beras premium, bawang putih dan bawang merah, minyak goreng, gula, telur dan tidak menutup kemungkinan kami pengadaan ayam beku,” kata Hartati.
Pihaknya akan menggandeng perbankan, beberapa distributor besar yang ada di Jayapura termasuk pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan pasar murah yang rencanannya digelar di tiga titik berbeda, Hartati meminta masyarakat terutama umat penerima manfaat bisa memanfaatkan moment tersebut.
“Tujuan kami untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususunya yang mau merayakan Idul Fitri,” ujarnya.
Pihaknya mendorong masyarakat terutama umat muslim bisa datang berbelanja di pasar murah yang akan digelar di tiga lokasi berbeda di Jayapura, sebab harga barang yang dijual di bawah standar. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…