Categories: METROPOLIS

Sulit Bertemu Kepala Dinas, Kantor Dinas PUPR Provinsi Dipalang

JAYAPURA  – Kantor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Papua dipalang oleh pemilik hak ulayat, Senin (10/2). Dari informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos di lapangan, pemalangan terjadi sekira pukul 03:00 WIT. Gerbang pintu masuk dan pintu keluar kantor tersebut dipalang menggunakan daun kelapa, kayu dan digembok.

   Disertai bentangan spanduk bertuliskan “Saya Rode Youwe selaku ahli waris dari AMH Makdalena Sibi/Youwe pemilik tanah adat ini melakukan pemalangan Kantor PUPR. Dikarenakan belum bayar ganti rugi, hanya janji dari tahun ke tahun”

   Palang tersebut baru dibuka sekira pukul 10:00 WIT, setelah pemilik hak ulayat mendatangi lokasi tersebut untuk bertemu dengan Kepala Dinas PU Papua, Amos Wenda. Usai bertemu dengan Kadis PU, Pemilik hak ulayat, Rode Yowe langsung menyampaikan masalah selesai.

  “Masalah ini sudah selesai, kita akan cabut palangnya sehingga Selasa (11/2) mereka sudah bisa bekerja, dan kita tidak halangi,” ucap Rode Yowe kepada wartawan.

  Kata Rode Yowe, sudah ada sertifikat tanah yang dimiliki PU. Nantinya, pihaknya akan berunding dengan bagian bidang aset provinsi. “Sertifkiat mereka sudah ada, paling dibuat pelepasan saja,” kata Rode.

  Lantas apa yang menjadi tuntutan pemilik hak ulayat ini? Rode menerangkan, pihaknya sudah beberapa kali mendatangi Kantor PU Papua untuk bertemu dengan kepala dinas. Hanya saja menurut pengakuan Rode, dirinya kesulitan untuk bertemu dengan kepala dinas. Akibatnya, mereka melakukan pemalangan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

6 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

7 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

8 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

9 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

10 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

11 hours ago