

Nur Aida Duwila (FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Jayapura mencatat, ada 70 kasus yang ditanganinya sepanjang tahun 2023.
Kasus tersebut meliputi kekerasan terhadap perempuan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan seksual dan kekerasan dalam pacaran.
Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila menyampaikan, kasus tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang hanya 22 kasus.
“Kasus ini justru meningkat seiring dengan pemerintah telah mengesahkan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) menjadi undang undang melalui rapat paripurna,” ucap Nona kepada Cenderawasih Pos, Jumat (8/12).
Menurut Nona, kasus ini meningkat bisa jadi disebabkan korban yang mulai berani untuk melapor dan bersuara atas apa yang dialaminya. Selain itu, ancaman hukuman yang tidak maksimal kepada pelaku sehingga tidak membuatnya jera.
“Bagi saya, ancaman hukuman atau putusan yang diberikan kepada pelaku KDRT maupun kekerasan terhadap perempuan tidak maksimal. Pengalaman kami, ada beberapa kasus yang kita damping, namun putusannya tidak adil bagi korban sehingga membuat pelaku merasa tidak ada masalah dan efek jera atas apa yang dilakukan,” terangnya.
Dikatakan Nona, dalam rangka kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) serta peringatan Hak Asasi Manusia (HAM) yang jatuh pada tanggal 10 Desember, secara nyata bahwa perempuan masih saja menjadi korban.
“Perempuan hari ini, dengan lahirnya RUU-TPKS belum menjadi hal yang menakutkan bagi pelaku kekerasan. Bahkan, dengan adanya UU tersebut orang tetap melakukan kekerasan terhadap perempuan,” tegas Nona.
Page: 1 2
Kios tersebut diketahui milik Subahadir Purwanto (31), seorang kontraktor yang berdomisili di Bupul, Distrik Eligobel.…
Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…
Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…