

Umat katolik usai mengikuti Perayaan Hari kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga, di Stasi St Agustinus, Entrop, Jayapura Selatan, Kamis (9/5). (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA-Tahun ini, peringatan Kenaikan Isa Almasih secara resmi penyebutan atau penamaannya telah berganti menjadi Kenaikan Yesus Kristus. Hal ini sesuai dengan keyakinan umat Kristiani, sebagai peristiwa sakral, dengan disaksikan banyak orang, Yesus terangkat ke langit untuk menyiapkan tempat di surga bagi setiap orang yang percaya kepadaNya, bahwa Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.
Dalam Alkitab mengisahkan bahwa sesudah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya selama 40 hari sebelum Ia terangkat ke Surga. Kisah tentang Kenaikan Yesus Kristus ke Surga bukanlah sebuah kisah fiksi belaka, atau mitos melainkan sebuah kisah nyata atau sebuah fakta, banyak saksi mata yang menyatakan hal itu betul-betul terjadi. Ada begitu banyak ayat dalam Kitab Suci yang menunjukkan bahwa Yesus betul-betul naik ke surga dengan jiwa dan raga-Nya.
Kepala Bidang (Kabid) Urusan Agama Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Tony Denny Sahertian, S.Si, M.Pd. K. menyampaikan bahwa Kematian, dan Kebangkitan serta Kenaikan Yesus Kristus merupakan awal sejarah dan peradaban Umat Kristen di Papua untuk bisa hidup bersama. Hari kenaikan Yesus Kristus ke Surga merupakan peristiwa terakhir kalinya dari sekian deret peristiwa pelayanan Yesus di dunia ini, dalam misi penginjilan untuk menebus dosa-dosa manusia.
“Ini merupakan peristiwa terakhir Yesus Kristus dalam sejarah pelayanannya di dunia ini, terakhir kalinya dia terangkat ke surga, itulah peristiwa terakhir,” kata Tony kepada Cenderawasih Pos, Kamis (8/5).
“Jadi, umat Kristen ini seharusnya memaknai bahwa Tuhan Yesus Kristus itu sudah bangkit berarti sudah menang dari maut, sudah menebus dosa-dosa kita,” tambahnya.
Tony pun menyampaikan rasa kebahagiaan masyarakat Papua terkhususnya umat Kristen atas ditetapkannya Keputusan Presiden (Kepres) No 8 Tahun 2024 tentang Hari – Hari Libur, yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo (29/1/2024). Dari aturan itu pemerintah resmi mengubah nomenklatur atau tata nama Isa Almasih menjadi Yesus Kristus dalam penanggalan resmi.
Sementara itu Sekretaris Keuskupan, Pastur Avent, OFM, saat memimpin Misa perayaan hari kenaikan Yesus Kristus di Gereja Stasi Agustinus Entrop menyampaikan bahwa sebelum Yesus naik ke Surga Ia memberikan pesan perpisahan kepada murid-muridnya. Isi pesan yang dimaksud Ptr. Avent ialah, “Pergilah ke seluruh Dunia dan beritakan Injil kepada semua Makhluk“ (Markus 16:15). (cr-278/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…
Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…
Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…