

Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua, Sri Utami (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Menjelang Idulfitri, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pangan akan menggelar gerakan pangan murah bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 11-12 Maret 2026 di Masjid Al-Aqsa, Kabupaten Jayapura.
Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua, Sri Utami, mengatakan gerakan pangan murah ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang Lebaran.
“Dalam kegiatan ini kami menyediakan sejumlah bahan pokok strategis yang dibutuhkan masyarakat seperti beras, gula, minyak goreng, bawang, cabai, termasuk daging sapi dan daging ayam,” ucapnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (9/3).
Untuk ketersediaan stok, Dinas Pangan menyiapkan beras minimal dua ton. Sementara untuk cabai disiapkan sekitar 100 kilogram, sedangkan komoditas lain seperti bawang akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi kegiatan.
Menurut Sri Utami, karena pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari, pihaknya akan melakukan evaluasi pada hari pertama untuk melihat komoditas yang paling banyak diminati masyarakat.
“Barang yang cepat habis pada hari pertama akan kami tambah stoknya pada hari kedua,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain bahan pokok, dalam kegiatan pangan murah tersebut juga disediakan sayuran dan berbagai bumbu dapur yang dijual dalam kondisi segar. Gerakan pangan murah ini terbuka untuk umum, terutama bagi masyarakat yang sedang mempersiapkan kebutuhan menjelang Lebaran.
“Harga yang kami tawarkan lebih terjangkau karena berada di bawah harga pasar atau harga yang dijual di toko,” katanya.
Page: 1 2
Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…
Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…
Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…
Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…
Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…