Categories: METROPOLIS

Potensi Cuaca Ekstrem di Papua Masih Berlanjut

JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, mengimbau masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi akan terus terjadi sepanjang Maret 2026. Wilayah Papua Pegunungan yang akan dilanda cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi.

Sementara itu, wilayah lainnya di Papua yang berada di luar zona musim memiliki tipe hujan monsunal satu (1), di mana curah hujan turun secara merata sepanjang tahun.
Secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun.

Sehingga intensitas hujan cenderung meningkat pada periode Monsun Barat dan Asia yang membawa banyak massa udara lembap ke wilayah Papua yang saat ini sedang berlangsung.

Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG Papua, Finnyalia Napitupulu menyebut pada periode Monsun Asia saat ini, potensi peningkatan intensitas hujan cukup tinggi di sebagian besar wilayah Papua dan dapat disertai kilat (petir) serta angin kencang.

Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan pemanasan permukaan yang mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus (awan badai). Selain itu, anomali suhu muka laut di perairan utara Papua terpantau berada pada kondisi positif, yang berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan di wilayah utara Provinsi Papua.

“Pantauan pola angin menunjukkan adanya Bibit Siklon Tropis 95W di Samudera Pasifik utara Papua dan daerah belokan angin di wilayah utara Papua yang berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan intensitas curah hujan,” jelas Finnyalia.

Kondisi ini semakin diperkuat dengan nilai indeks SOI sebesar lebih dari (+10.1), kemudian terpantau juga adanya gelombang Low dan Rossby Equatorial, sehingga secara keseluruhan mendukung proses pembentukan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan.

“Untuk Kota Jayapura, cuaca diprakirakan berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada tanggal 09 – 12 Maret 2026 pada siang dan malam hari,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan kejadian cuaca ekstrem di Papua, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan curah hujan serta potensi kilat/petir dan angin kencang. Mengingat kondisi geografis Papua yang didominasi lereng curam juga meningkatkan risiko longsor, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi atau durasi yang panjang.

“Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di lereng gunung atau perbukitan disarankan lebih berhati-hati dan segera menjauhi daerah rawan longsor ketika hujan lebat terjadi,” imbuhnya. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

Juna Cepos

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

6 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

14 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

15 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

16 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

17 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

20 hours ago