Categories: METROPOLIS

Gereja Harus Ambil Peran, Generasi Muda Papua Terancam

Pdt Izak: 150-an dari 1.000 Remaja Putri Sudah Tidak Perawan dan Mengidap HIV-AIDS

JAYAPURA-Gereja harus mengambil langkah cepat di dalam pembinaan generasi muda Papua, melalui keluarga masing masing. Karena kondisi saat ini, sangat mengancam generasi muda Papua terutama dari berbagai persoalan sosial yang ada di Kota Jayapura.

   “Kalau kita gereja tidak memberikan solusi, tidak menyelesaikan soal-soal ini,  maka kita akan menghadapi generasi yang saya katakan loss 5 tahun yang akan datang,  atau 10 tahun yang akan datang,  kalau generasi muda kita tidak ada, maka tidak akan ada yang  meneruskan Gereja Tuhan di kota ini,” kata ketua PGGS Kota Jayapura.  Pdt Izak S Deda, M.Th, Kamis (8/8).

   Apa yang dikatakan oleh Pendeta Isak Deda ini sebenarnya bentuk keprihatinannya terkait dengan fenomena yang terjadi di belakangan ini, di mana telah menimpa anak-anak muda Papua terutama di Kota Jayapura.  Dia mencontohkan dari data yang diterima pihaknya baru-baru ini dari 1000 remaja di Kota Jayapura lulusan SMA yang dites kesehatannya, ada sekitar 150-an siswi yang sudah tidak perawan dan menderita HIV-AIDS.

   Ini sebenarnya menjadi ancaman nyata dan serius bagi generasi muda Papua ke depan.  Karena itu dia mendesak supaya semua denomenasi gereja harus bisa mengambil peran untuk mengatasi persoalan sosial ini.

  Diketahui, PGGS Kota Jayapura menggelar kegiatan konferensi pendidikan yang dihadiri oleh 58 denominasi gereja di Kota Jayapura.  Dia mengatakan sasaran dari kegiatan ini adalah bagaimana menyatukan para pemimpin di kota ini,  secara khusus para pemimpin gereja,  untuk memastikan bagaimana  bisa banyak menolong umat gereja dengan edukasi edukasi yang berkualitas.

  “Jadi kita tahu ada banyak masalah sosial kita, ada orang narkoba, anak-anak kita seks bebas,  seperti data yang kita temukan dan itu sangat memprihatinkan,” katanya.

   Lanjut dia, dengan melihat dan data dan fakta yang ada tersebut ini sungguh memprihatinkan.  Karena itu apa yang harus dilakukan gereja itu menjadi sangat penting.  Terutama melalui edukasi ke gereja-gereja,  edukasi ke keluarga-keluarga,  itu menjadi penting.

   “Kalau keluarga mulai mengatasi, mengurusi anak-anak mereka, kita percaya bahwa tidak akan ada anak-anak di jalan,  Kita percaya bahwa masalah-masalah sosial lain bisa diatasi,  apalagi sampai pada curanmor dan masalah yang lain,” bebernya. (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

11 minutes ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

1 hour ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

2 hours ago

BPKAD dan Bapperida Harus Evaluasi Ketat Serapan APBD 2026

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…

3 hours ago

TPP Diberikan Berdasarkan Kinerja ASN

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait di Jayapura, Selasa, mengatakan ASN tidak boleh hanya hadir…

4 hours ago

Pemerataan Akses Energi Harus Jangkau Kampung Terpencil

   “Energi bukan sekadar soal pembangkit, jaringan dan investasi. Energi adalah kebutuhan dasar untuk menerangi…

5 hours ago