

Anggota gabungan TNI Polri di Skow Wutung ketika mengamankan tas yang dibuang seorang pelaku di dalam hutan di wilayah Skow, Jumat (7/1). Dari tas yang ditinggalkan pelaku ini, aparat gabungan berhasil menemukan ganja seberat 1,5 Kg. (FOTO: Polresta For Cepos)
JAYAPURA-Belum tuntas penyidikan terkait tangkap tangan ganda yang diperoleh dari seorang pemuda berinisial TM, kembali kasus serupa terjadi. Ini setelah pada Jumat (7/1) lalu Polsubsektor Skouw-Wutung bersama personel Deninteldam XVII Cenderawasih kembali berhasil mengamankan barang yang diduga narkotika jenis ganja dengan 1,5 kg.
Barang haram ini ditemukan di Jalan Poros Trans perbatasan RI-PNG, Kampung Skouw, Distrik Muara Tami. Pengungkapan temuan ganja ini menurut Kapolsubsektor Skouw-Wutung Iptu Kasrun berawal dari informasi yang diterima pihaknya bersama anggota Deninteldam yang bertugas di perbatasan bahwa akan adanya transaksi ganja di wilayah perbatasan.
“Itu infonya dua hari yang lalu. Kami pun berkoordinasi dengan rekan-rekan TNI dan melakukan penyelidikan hingga menemukan tanda yang dipasang oleh pelaku. Kami kemudian masuk ke dalam hutan untuk menyisir lokasi yang dicurigai untuk mencari keberadaan pelaku,” ucap Kasrun, Sabtu (8/1).
Lalu dalam penyisiran itu sempat terlihat seseorang yang bersembunyi di balik semak-semak dan ketika dilakukan pengejaran pelaku langsung melarikan diri dengan meninggalkan tasnya.
“Dari dalam tas yang ditinggalkan kami temukan barang bukti berupa narkotika jenis ganja yang dikemas dengan lakban sebanyak tujuh paket, dua handphone, dua tas noken dan satu topi,” jelasnya.
Usai melihat isi tas yang ditinggalkan pelaku, personel gabungan tersebut kembali melakukan penyisiran hingga ke jalan tikus dengan bantuan masyarakat. “Tapi pelaku tetap berhasil meloloskan diri namun barang bukti kini telah diamankan dan diserahkan ke Polsek Muara Tami untuk selanjutnya dibawa ke Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota,” tutupnya. (ade/tri)
Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke…
Menurut Thomas, pandangan yang disampaikan Komnas HAM merupakan isu yang sangat penting dan krusial dalam…
Dan kali ini bukan menjadi hal mengejutkan jika PDIP menolak program pemerintah pusat yakni Makan…
Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…
Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…
Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…